SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Peserta kongres Aliansi BEM se-Surabaya dari IKIP Widya Darma Surabaya Azzamzah berharap aliansi BEM se-Surabaya menjadi lembaga yang mampu mengurai konflik yang rentan terjadi antar kampus di Surabaya yang dipicu oleh beberapa oknum atau aktor politik yang berkepentingan.
“Kalau konflik sebenarnya ada, tapi tidak transparan. Ada beberapa mereka yang ditunggangi aktor-aktor politik untuk mendongkrak eksistensi mereka. Ketika kita buatkan suatu wahana semacam ini, nantinya kembali kita perbaiki, untuk mengurangi kepentingan politik,” kata Azzam yang mengenakan almamater warna biru di depan ruang Auditorium Univsersitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya, Kamis (1/2).
Tak jauh beda dengan Azzam, bagi Lie David Cristian Presiden BEM Universitas Surabaya (UBAYA) menuturkan jika adanya aliansi semacam ini membuat mahasiswa antar kampus dapat saling menjaga komunikasi dan saling berkolaborasi dalam segala kegiatan positif yang diselenggarakan tiap kampus.
“Harapannya sih, nanti kita dari Ubaya atau dari kampus lainya bisa dekat dan bisa saling bantu kedepannya. Mungkin kalau ada acara kita bisa saling bekolaborasi,” katanya.
Ketua BEM UPH Joshua Evandeo Irawan mengatakan bahwa aliansi ini akan membentuk mental mahasiswa yang semula apatis menjadi aktivis untuk membangun surabaya menjadi lebih baik dan terhindar dari politk kotor.
“Nantinya ingin merangkul semua BEM se-Surabaya untuk melakukan sesuatu yakni membangun kota Surabaya ke arah yang lebih baik, tidak ditunggangi politik kotor, mahasiswa juga apatisme berkurang dan aktivisme meningkat,” kata Joshua kepada SERUJI. (Luh/SU05)
