SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pihak Rumah Sakit Siti Khodijah-Muhammadiyah Cabang Sepanjang, Sidoarjo mengaku tidak pernah menelantarkan pasien, meskipun jumlah pasien di rumah sakit tersebut banyak dan melebihi kuota. Hal ini disampaikan setelah rumah sakit tersebut menjadi sorotan publik akibat video “Perawat Suntik Mayat” viral.
Pengacara RS Siti Khodijah-Muhammadiyah Cabang Sepanjang, Sidoarjo, Masbuhin mengatakan, bahwa pihak rumah sakit tidak pernah menelantarkan pasiennya meski dalam kondisi banyaknya jumlah pasien masuk yang rationya tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang ada.
“Kami tidak menampik, kalau masih ada pelayanan yang kurang prima dari rumah sakit ini terhadap para pasien, karena banyaknya jumlah pasien masuk, dengan ratio jumiah tenaga medis yang ada, namun bukan berarti kami menelantarkan para pasien, semua pasien tertangani dengan baik disini, dan dengan tingkat kepuasan sangat baik,” kata pengacara RS Siti Khodijah Cabang Sepanjang Masbuhin, dalam konferensi pers di Sidoarjo, Selasa (30/1).
Bahkan pihak rumah sakit, kata Masbuhin, selalu mengedepankan pelayanan kualitas prima.
“Kami selalu menuju perbaikan, koreksi, dan pelayanan prima atau excellent, sesuai harapan masyarakat semua,” tegasnya.
Oleh karenanya, Masbuhin menghimbau kepada masyarakat luas supaya tidak terpengaruh dengan berita yang terlanjur beredar tersebut.
“Karena itu kami himbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan berita yang sekarang beredar tersebut,” pungkasnya.
Baca juga: RS Siti Khodijah Sidoarjo Tuntut Penyebar Hoax Perawat Suntik Mayat
Sebelumnya diberitakan, video keluarga pasien yang marah kepada dokter dan perawat di sebuah rumah sakit viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 3 menit itu, keluarga pasien marah dan menyebut perawat menyuntik pasien yang sudah meninggal.
Kejadian itu terjadi di lorong depan ruangan pasien sehingga menyita perhatian para penunggu pasien yang langsung keluar ruangan.
Video tersebut selain beredar luas di media sosial Facebook juga beredar di grup-grup WhatsApp, beberapa hari terakhir.
Pihak RS Siti Khodijah kemudian menegaskan bahwa video tersebut adalah hoax, yang tujuannya diduga ingin mencemarkan nama baik rumah sakit dan dokter Hamdan. (Devan/SU05)
