Waspada Prediabetes, Kapan Harus Cek Gula Darah?

Oleh: dr Irsyal Rusad, Sp PD, MH,

Nyonya A, usia 50 tahun, baru saja mengalami menopause. Suatu ketika datang konsulTasi ke ruang praktik saya dengan keluhan sering merasa lemah, dan pusing. Disamping itu, dalam beberapa tahun terakhir dia merasakan berat badannya naik cukup besar.

Ketika saya timbang berat badannya menunjukkan angka 70 kg, sang nyonya ini agak kaget dan memberi komentar, “masak, Dokter?”

“Dulu hanya sekitar 50 Kg, saya langsing, Dokter. Saya juga heran, kok badan saya kemudian seperti sekarang ini. Kata orang gemuk itu sehat, tetapi saya merasakan tidak demikian, saya mudah lelah, lemas, dan jadi malas dokter,” sambung pasien.

Lalu, melihat penampilan fisik Ibu tiga orang anak ini, perut yang buncit, khas bentuk buah apel, ada riwayat keluarga dengan diabetes melitus, dan keluhannya, saya jadi curiga jangan-jangan dia menyandang apa yang dikenal dengan prediabetes. Suatu keadaan kritis menjelang seseorang menderita diabetes. Dan, kemudian pasien saya minta untuk memeriksa gula darahnya.

Pada pemeriksaan gula darah puasa besok paginya menunjukkan hasil 115 mg/dl. Satu minggu kemudian gula darah puasanya mencapai 120 mg/dl. Masih tidak yakin dengan pemeriksaan itu, untuk memastikan bahwa dia menderita prediabetes saya periksa gula darah dua jam setelah makan, hasilnya, 170 mg/dl.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER