Saat Penutupan Masjidil Aqsa, Israel Curi Dokumen Waqaf Tanah Baitul Maqdis

YERUSALEM – Pemerintah Israel telah mencuri dokumen-dokumen penting tentang kepemilikan dan waqaf tanah di Baitul Maqdis dari Masjidil Aqsa. Pencurian itu dilakukan saat pemerintah Israel menutup Masjidil Aqsa. Dengan dokumen-dokumen itu penjajah akan semakin mudah untuk menyita, melanjutkan proses Yahudisasi, serta menguasai penuh Baitul Maqdis. Demikian kantor berita Alghad melaporkan pada hari Senin (31/7).

“Pemerintah Israel mengambil alih dokumen-dokumen terkait waqaf-waqaf Islam di Baitul Maqdis ketika mereka menguasai penuh Masjidil Aqsa selama tiga hari berturut-turut. Pasukan mereka menyebar di setiap ruangan, kantor, tempat penyimpanan arsip dan dokumen. Di saat yang sama mereka mengosongkan Masjidil Aqsa dari jamaah shalat, penjaga, serta karyawan Waqaf Islam,” kata Hasan Khatir, Ketua Markaz Baitul Maqdis Internasional di Palestina kepada AlGhad.

“Pencurian dokumen-dokumen penting itu merupakan bencana nyata, Israel akan dengan mudah mencengkeram waqaf-waqaf, kepemilikan tanah dan bangunan di Baitul Maqdis,” tambah Hasan.

Kemudian Hasan memperingatkan, “Pengambilalihan atas dokumen-dokumen akan memungkinkan Israel memperoleh data waqaf Islam secara terperinci, dan akan sangat memudahkan Israel dalam mengambil alih waqaf-waqaf itu.”

“Ancaman terhadap waqaf-waqaf di Baitul Maqdis semakin besar mengingat dokumen-dokumen itu menjadi tulang punggung 90% lebih wilayah Kota Tua di Baitul Maqdis serta angka lebih tinggi untuk seluruh wilayah Baitul Maqdis,” lanjut Hasan.

Terakhir Hasan menyerukan pentingnya bagi lembaga-lembaga agama untuk menginformasikan betapa bahayanya dampak pencurian dokumen-dokumen ini serta ancaman rencana-rencana lain di balik pencurian ini. (JarotS/IwanY)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER