GAZA – Pada hari Senin (3/7), stasiun televisi Al Aqsa menggelar aksi solidaritas untuk awak media, Ahmad Al-Khotib, yang ditangkap intelijen Otoritas Palestina di Ramallah sejak beberapa hari yang lalu, seperti yang dikutip dari Al Aqsa TV. Dalam aksinya, mereka menuntut agar yang bersangkutan segera dibebaskan.
Teman-teman sesama wartawan mengungkapkan solidaritasnya terhadap Al-Khotib, mengecam penangkapan tersebut dan meminta agar ia segera dibebaskan dari penjara.
Sementara itu, direktur kantor Info Palestina di Gaza, Razaq Garabili mengungkapkan, di tengah kebijakan pemerintah Otoritas Palestina yang menutup sejumlah situs dan kantor berita Palestina menegaskan, kebijakan pemerintah Otoritas Palestina tak bisa dipahami dan sangat disayangkan dalam menghadapi permasalahan, terutama dalam menghadapi kebebasan pers.
“Saya kira Palestina takkan menerima hal ini. Dan kondisi ini akan mengungkap wajah asli mereka ke dunia internasional,” ujar Razaq.
Di sisi lain, direktur televisi Al-Aqsa, Muhammad Tsuroya menjelaskan, penangkapan Khotib adalah upaya mengekang kebebasan media dan pemberangusan terhadap kebebasan pers dan wartawan. Dukungan ini juga diberikan untuk menegaskan, bahwa pers tidaklah jahat dan bukan suatu bentuk kejahatan.

Sebelumnya, aparat intelijen Ramallah menangkap wartawan Ahmad Khotib juru kamera stasiun televisi Al-Aqsa asal Nilin, Sabtu sore (1/7) atas pekerjaanya pekerjaanya mengungkap sebuah berita penyerangan tentara Israel ke kamp pengungsi dan pengepungan sebuah desa di Palestina. (JarotS/IwanY)
