DOHA – Pemerintah Qatar mengecam Arab Saudi yang menolak untuk menegosiasikan tuntutan negara itu bersama sekutu-sekutunya guna mengakhiri krisis diplomatik di kawasan.
Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, Rabu (28/6), menyebut penolakan Arab Saudi tidak dapat diterima.
Sebelumnya, Menlu Qatar mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, di Washington, Selasa (27/6).
“Ini bertentangan dengan prinsip-prinsip yang mengatur hubungan internasional karena Anda tidak bisa hanya menyajikan daftar tuntutan, dan kemudian menolak bernegosiasi,” kata Sheikh Mohammed dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan di Doha, dan dikutip kantor berita AFP.
Krisis diplomatik yang terjadi sejak tiga pekan terakhir mengakibatkan Qatar, yang adalah sekutu AS, terisolasi menyusul embargo perdagangan dan diplomatik yang dilakukan oleh negara-negara tetangganya di Teluk.
Kantor berita Reuters melaporkan, ketika ditanya para wartawan saat ia berkunjung ke Washington, soal apakah tuntutan tidak bisa ditawar, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan, “Ya.”
“Kami telah memastikan, kami sudah mengambil langkah-langkah kami dan terserah (pemerintah Qatar) apakah mereka akan mengubah perilaku mereka. Dan jika mereka melakukannya, semuanya akan berjalan baik, tapi jika tidak, mereka akan tetap dikucilkan,” lanjut Jubeir, yang saat itu berada di Washington.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahran dan Mesir telah menerapkan pemutusan hubungan diplomatik dan boikot terhadap Qatar sejak tiga pekan lalu. Pemutusan hubungan itu didasari dengan tudingan bahwa Qatar mendukung ekstremisme dan terorisme, yang kemudian dibantah keras oleh Doha.
Mereka menutup wilayah udara, dan memblokade satu-satunya batas tanah Qatar, yang menjadi rute penting untuk impor makanan.
Mereka juga memerintahkan semua warga Negara Qatar untuk pulang ke Qatar, dan warga negaranya pulang kembali ke kampung halamannya.
Pekan lalu negara-negara Teluk itu mengeluarkan 13 tuntutan untuk Qatar. Beberapa tuntutan itu diantaranya menuntut negara itu untuk menutup pangkalan militer Turki di Doha, menutup jaringan televisi Al Jazeera, minta mengakhiri dukungan untuk Ikhwanul Muslimin, serta memutuskan hubungan dengan Iran.
Qatar menilai tuntutan-tuntutan itu diarahkan untuk mengendalikan kedaulatannya. (IwanY)

Ya Alloh engkau pelindung hamba2Mu….Engkau sebaik2 pembuat makar….kenapa sesama muslim sebenci itu, sedangkan dng yahudi n nashoro bergandeng tangan….Alloh…