JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Bayangkan kamu adalah pejabat tinggi negara. Anakmu ketahuan menyelipkan namamu di CV lamaran kerja, lengkap dengan kalimat: “Ayahku akan sangat banyak membantu perusahaanmu”. Apa yang kamu lakukan?
Kalau kamu Kim Jin-kook, Sekretaris Senior Presiden Korea Selatan urusan sipil, jawabannya singkat: mundur. Tanpa banyak dalih. Tanpa konferensi pers panjang. Hanya permintaan maaf, dan kursi dikosongkan.
📋 Kronologi: Dari CV Viral ke Kursi Kosong dalam 12 Jam
Kejadian ini terjadi pada 21 Desember 2021. Stasiun penyiaran lokal MBC Korea Selatan membongkar fakta mengejutkan: putra Kim Jin-kook yang berusia 31 tahun mengirimkan lamaran kerja ke lima perusahaan besar Korea Selatan dengan CV yang mencantumkan jabatan sang ayah sebagai senjata pamungkas.
Isi CV itu terang-terangan berbunyi: “Ayah saya adalah Kim Jin-kook, sekretaris senior presiden untuk urusan sipil. Ayahku akan memberikan banyak bantuan mencapai impian perusahaan ini. Percayalah, bantu aku untuk melebarkan bisnis dan bekerja di sini.” Lima perusahaan yang dikirim lamarannya langsung menghubungi sang anak untuk wawancara.
Berita itu viral. Publik Korea Selatan geger. Dan hanya 12 jam setelah berita meledak, Presiden Moon Jae-in menerima pengunduran diri Kim Jin-kook. Pihak Cheong Wa Dae (Gedung Biru, istana kepresidenan) menyatakan perlu “segera merespons sentimen publik.”
Kim Jin-kook sendiri datang ke pusat pers untuk menyampaikan pernyataan langsung. Ia menunduk dalam-dalam.
“Saya sangat meminta maaf karena telah menyebabkan kekhawatiran. Saya merasa bersalah sebagai seorang ayah. Perilaku anak saya tidak pantas dan sepenuhnya karena kelalaian saya,” katanya.
Jabatan Kim bukan jabatan ecek-ecek. Sebagai sekretaris senior urusan sipil, tugasnya mengawasi institusi paling berpengaruh di negara itu: kejaksaan, kepolisian, Badan Intelijen Nasional, Badan Audit dan Inspeksi, hingga Dinas Pajak Nasional. Tapi satu CV anak — yang bahkan tidak pernah sampai ke tahap wawancara karena ditarik sendiri — cukup untuk mengakhiri kariernya.
Sang anak, setelah viral, juga meminta maaf terbuka kepada publik dan mengakui perbuatannya. Ia menarik semua lamaran itu, tidak pernah diwawancarai di perusahaan mana pun, dan akhirnya mendapat pekerjaan di perusahaan IT secara mandiri dengan CV yang benar.
