dr. Djallalluddin, MKes, PKK, Sp PD, FINASIM

dr. Djallalluddin, MKes, PKK, Sp PD, FINASIM, dokter ahli penyakit dalam kelahiran Grobogan 49 tahun yang lalu ini merupakan sosok yang tak kenal lelah dalam mencari ilmu, terutama ilmu kedokteran. Ilmu kedokteran memang ilmu yang sangat luas, semakin didalami maka semakin banyak yang harus dipelajari.

Setelah lulus dari fakultas kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, beliau mengikuti kursus dokter keluarga. Kemudian mengambil program magister epidemiologi di Universitas Gajah Mada (UGM) yogjakarta.

Tidak puas hanya sampai pada strata 2, dokter yang parktek di RS FMC Bogor ini kemudian mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) program studi penyakit dalam di FK UNDIP. Ternyata PPDS inipun belum pula mengakhiri keinginannya untuk memperdalam ilmu kedokteran secara formal, sekarang beliau sedang mengambil program subspesialis (Sp 2) kardiovaskular di FK UI / RSCM.

“Penyakit jantung dan pembuluh darah menduduki angka kematian tertinggi, sehingga menarik untuk ikut menolong,” demikian alasan yang dikemukan kepada SERUJI saat ditanya kenapa mengambil subspesialis kardiovaskular.

Istri dari Yuliani ini menceritakan pengalamannya bahwa saat menempuh pendidikan subspesialis kardiovaskular sering menemui kasus pasien tiba-tiba meninggal atau hampir meninggal. Peristiwa ini membuatnya semakin ingat sama Allah SWT.

Dokter yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan ini berpengalaman mengabdikan ilmunya dibanyak daerah. Meskipun beliau berasal dari Grobogan, Jateng, namun tidaklah membuatnya merasa keberatan untuk hijrah ke Kalimantan Selatan.

Grobogan-Jateng, Wonosobo-Jateng, Banjarbaru-Kalsel, Martapura-Kalsel, Banjarmasin-Kalsel, Bogor-Jabar, adalah daerah yang pernah menjadi tempatnya mempraktekkan pengetahuannya di bidang medis.

Sebab sedang studi subspesialis di UI maka untuk sementara ini sambil menuntut ilmu beliau praktek di Bogor.

DATA PRIBADI
Nama : dr. Djallalluddin, MKes, PKK, SpPD, FINASIM
TTL : Grobogan, 1968
Istri : Yuliani
Anak : 2 orang

RIWAYAT PENDIDIKAN
SD N 1 Mangunrejo , kec. Pulokulon, Kab. Grobogan, Jateng
SMPN Wirosari Kab Grobo
SMAN 3 Semarang
Fakultas Kedokteran UNDIP
Kursus dokter keluarga
Magister epidemiologi UGM
Pendidikan Program Dokter Spesialis1 program studi penyakit Dalam FK UNDIP
Program subspesialis (Sp 2) Kardiovaskular FK UI/RSCM

RIWAYAT PEKERJAAN
Dokter PKU Muhammadiyah Gubug.
Puskesmas di Kab. Wonosobo Jawa Tengah
FK Universitas Lambung Mangkurat, kalimantan selatan
RSUD Ratu Zalecha Martapura, kalimantas selatan
RSUD Ulin Banjarmasin
RS FMC Bogor. RS An Nissa Citereup Bogor

dr. Djallalluddin, MKes, PKK, Sp PD, FINASIM, adalah anggota Koperasi (pers) Swamedia Mitra Bangsa dari Pengda GMKM Jawa Barat.

 

(dr. Endang S/Hrn)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

KAHMI untuk NKRI

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER