Soal Pilgub NTB, PKS Masih Wait and See

MATARAM – Jelang kontestasi Pilkada gubernur yang akan digelar tahun depan, situasi politik di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menghangat. Partai-partai politik yang ada sudah mulai mendeklarasikan figur bakal calon yang akan diusungnya.

Pada Sabtu (25/2) yang lalu, Partai Golkar NTB telah mendeklarasikan Ketua DPD-nya, HM Suhaili FT, sebagai bakal calon (Balon) gubernur yang akan maju Pilkada. Dipilihnya Bupati Lombok Tengah ini, karena dianggap berprestasi selama dua periode kepemimpinannya. Bahkan, ia didukung oleh seluruh DPD II Partai Golkar tingkat kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat.

Selain Golkar, partai lain yang juga mulai mengajukan jagoannya untuk maju pilkada ialah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nusa Tenggara Barat. Partai dakwah ini mengusung dua kader terbaiknya, yaitu H. Zulkieflimansyah sebagai bakal calon gubernur dan H. Johan Rosihan sebagai bakal calon wakil gubernur.

“Mereka bukanlah paket calon, tetapi tokoh PKS yang ditawarkan kepada partai-partai lain untuk diusung, baik sebagai bakal calon gubernur atau bakal calon wakil gubernur,” kata Roni Kadran, ketua Humas PKS NTB, saat dikonfirmasi SERUJI, Sabtu (4/3)

Menurut Roni, PKS sampai hari ini belum memutuskan, siapa salah satu dari dua tokoh tersebut yang dipilih PKS.

“Prosesnya masih panjang. PKS tidak ingin terburu-buru. Kita akan melakukan survei internal terlebih dahulu untuk mengukur tingkat elektabilitas kedua Balon. Hasilnya nanti kita sampaikan. Wait and see lah,” katanya.

“Bisa saja, Bang Zul-sapaan akrab Zulkieflimansyah- bisa juga Pak Johan, tegantung dinamikanya seperti apa,” imbuhnya lagi.

Soal issu yang berkembang, bahwa PKS dalam waktu dekat akan mendeklarasikan Bang Zul sebagai Bacagub, Ia membatahnya. Menurut Roni, skenario yang digunakan PKS masih sama seperti yang kemarin.

“Jika Bang Zul maju sebagai Bacagub, maka Pak Johan harus mundur sebagai bacawagub. Begitu juga sebaliknya, jika Pak Johan yang maju, maka Bang Zul harus mundur,” tandasnya.

Seperti diketahui, nama Johan Rosihan santer diisukan sebagai calon kuat untuk mendampingi Suhaili pada Pilgub 2018 mendatang. Namun, rekan sejawatnya, Zulkieflimansyah juga punya peluang yang sama untuk diusung sebagai calon gubernur dari partai demokrat. PKS nampaknya sangat hati-hati mengambil keputusan, mengingat pada pilgub yang lalu, mereka kehilangan teman. (Syamsul/Hrn)

EDITOR: Haruns S

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER