Persebaya

Bonek Dan Perjuangannya Demi Persebaya

Futsal_Irhasindo_Langsa

Empat Klub ke Semi Final Piala Gubernur Aceh

Soal Pilgub NTB, PKS Masih Wait and See

2
265
Johan Rosihan (seragam hitam) saat menyerahkan bantuan korban banjir Bima, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Jelang kontestasi Pilkada gubernur yang akan digelar tahun depan, situasi politik di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menghangat. Partai-partai politik yang ada sudah mulai mendeklarasikan figur bakal calon yang akan diusungnya.

Pada Sabtu (25/2) yang lalu, Partai Golkar NTB telah mendeklarasikan Ketua DPD-nya, HM Suhaili FT, sebagai bakal calon (Balon) gubernur yang akan maju Pilkada. Dipilihnya Bupati Lombok Tengah ini, karena dianggap berprestasi selama dua periode kepemimpinannya. Bahkan, ia didukung oleh seluruh DPD II Partai Golkar tingkat kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat.

Selain Golkar, partai lain yang juga mulai mengajukan jagoannya untuk maju pilkada ialah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nusa Tenggara Barat. Partai dakwah ini mengusung dua kader terbaiknya, yaitu H. Zulkieflimansyah sebagai bakal calon gubernur dan H. Johan Rosihan sebagai bakal calon wakil gubernur.

“Mereka bukanlah paket calon, tetapi tokoh PKS yang ditawarkan kepada partai-partai lain untuk diusung, baik sebagai bakal calon gubernur atau bakal calon wakil gubernur,” kata Roni Kadran, ketua Humas PKS NTB, saat dikonfirmasi SERUJI, Sabtu (4/3)

Menurut Roni, PKS sampai hari ini belum memutuskan, siapa salah satu dari dua tokoh tersebut yang dipilih PKS.

“Prosesnya masih panjang. PKS tidak ingin terburu-buru. Kita akan melakukan survei internal terlebih dahulu untuk mengukur tingkat elektabilitas kedua Balon. Hasilnya nanti kita sampaikan. Wait and see lah,” katanya.

“Bisa saja, Bang Zul-sapaan akrab Zulkieflimansyah- bisa juga Pak Johan, tegantung dinamikanya seperti apa,” imbuhnya lagi.

Soal issu yang berkembang, bahwa PKS dalam waktu dekat akan mendeklarasikan Bang Zul sebagai Bacagub, Ia membatahnya. Menurut Roni, skenario yang digunakan PKS masih sama seperti yang kemarin.

“Jika Bang Zul maju sebagai Bacagub, maka Pak Johan harus mundur sebagai bacawagub. Begitu juga sebaliknya, jika Pak Johan yang maju, maka Bang Zul harus mundur,” tandasnya.

Seperti diketahui, nama Johan Rosihan santer diisukan sebagai calon kuat untuk mendampingi Suhaili pada Pilgub 2018 mendatang. Namun, rekan sejawatnya, Zulkieflimansyah juga punya peluang yang sama untuk diusung sebagai calon gubernur dari partai demokrat. PKS nampaknya sangat hati-hati mengambil keputusan, mengingat pada pilgub yang lalu, mereka kehilangan teman. (Syamsul/Hrn)

EDITOR: Haruns S

BAGIKAN
loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...