Soal Pilgub NTB, PKS Masih Wait and See

2
314
Johan Rosihan (seragam hitam) saat menyerahkan bantuan korban banjir Bima, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Jelang kontestasi Pilkada gubernur yang akan digelar tahun depan, situasi politik di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menghangat. Partai-partai politik yang ada sudah mulai mendeklarasikan figur bakal calon yang akan diusungnya.

Pada Sabtu (25/2) yang lalu, Partai Golkar NTB telah mendeklarasikan Ketua DPD-nya, HM Suhaili FT, sebagai bakal calon (Balon) gubernur yang akan maju Pilkada. Dipilihnya Bupati Lombok Tengah ini, karena dianggap berprestasi selama dua periode kepemimpinannya. Bahkan, ia didukung oleh seluruh DPD II Partai Golkar tingkat kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat.

Selain Golkar, partai lain yang juga mulai mengajukan jagoannya untuk maju pilkada ialah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nusa Tenggara Barat. Partai dakwah ini mengusung dua kader terbaiknya, yaitu H. Zulkieflimansyah sebagai bakal calon gubernur dan H. Johan Rosihan sebagai bakal calon wakil gubernur.

“Mereka bukanlah paket calon, tetapi tokoh PKS yang ditawarkan kepada partai-partai lain untuk diusung, baik sebagai bakal calon gubernur atau bakal calon wakil gubernur,” kata Roni Kadran, ketua Humas PKS NTB, saat dikonfirmasi SERUJI, Sabtu (4/3)

Menurut Roni, PKS sampai hari ini belum memutuskan, siapa salah satu dari dua tokoh tersebut yang dipilih PKS.

“Prosesnya masih panjang. PKS tidak ingin terburu-buru. Kita akan melakukan survei internal terlebih dahulu untuk mengukur tingkat elektabilitas kedua Balon. Hasilnya nanti kita sampaikan. Wait and see lah,” katanya.

“Bisa saja, Bang Zul-sapaan akrab Zulkieflimansyah- bisa juga Pak Johan, tegantung dinamikanya seperti apa,” imbuhnya lagi.

Soal issu yang berkembang, bahwa PKS dalam waktu dekat akan mendeklarasikan Bang Zul sebagai Bacagub, Ia membatahnya. Menurut Roni, skenario yang digunakan PKS masih sama seperti yang kemarin.

“Jika Bang Zul maju sebagai Bacagub, maka Pak Johan harus mundur sebagai bacawagub. Begitu juga sebaliknya, jika Pak Johan yang maju, maka Bang Zul harus mundur,” tandasnya.

Seperti diketahui, nama Johan Rosihan santer diisukan sebagai calon kuat untuk mendampingi Suhaili pada Pilgub 2018 mendatang. Namun, rekan sejawatnya, Zulkieflimansyah juga punya peluang yang sama untuk diusung sebagai calon gubernur dari partai demokrat. PKS nampaknya sangat hati-hati mengambil keputusan, mengingat pada pilgub yang lalu, mereka kehilangan teman. (Syamsul/Hrn)

EDITOR: Haruns S

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Trump Pisahkan Anak dan Orangtua, Menlu Meksiko: Tindakan Tidak Manusiawi

MEKSIKO, SERUJI.CO.ID -  Menteri Luar Negeri Meksiko pada Selasa (19/6) menyebut pemisahan anak-anak dari orang tua pendatang di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko kejam dan tidak manusiawi...
Nu dukung Khofifah

Awasi Pencoblosan, Khofifah Tegaskan Akan Maksimalkan Tim Saksi

BLITAR, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan akan memaksimalkan tim saksi, mengawasi pelaksanaan pencoblosan dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2018, yang akan...
Tjahjo Kumolo

Mendagri: Komjen Iriawan Memenuhi Syarat Jadi Pj Gubernur Jabar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Komjen Pol Iriawan memenuhi persyaratan untuk bertugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat menggantikan Aher yang...

Dua Penumpang KM Sinar Bangun Ditemukan Tewas

SAMOSIR, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan menemukan dua orang lagi penumpang KM Sinar Bangun, tewas akibat tenggelam di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, dan telah...

Polisi Tembak Kaki Empat Napi yang Kabur

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan Kepolisian Daerah Bali beserta jajaran Kepolisian Resor Kota Denpasar menembak kaki masing-masing empat tahanan yang nekat kabur dari rumah tahanan...