Cawalinya Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka, PPP: Kami Serahkan Proses Hukum

0
3787
Korupsi DPRD Malang
Ya’qud Ananda Gudban, calon Wali Kota Malang 2018-2023, tersangka suap APBD Kabupaten Malang.

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – PPP sebagai parpol pengusung menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap calon Wali Kota (cawali) Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban, setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dugaan suap pembahasan perubahan APBD 2015.

Ketua DPW PPP Jatim, Musyafak Noer mengatakan secara administrasi pihaknya tak bisa menarik dukungan karena proses Pilkada sudah dimulai. “Sudah ada penetapan dari KPU Malang sehingga sebagai parpol pengusung kami tak bisa menarik dukungan,” jelasnya saat dikonfirmasi SERUJI, di Surabaya, Selasa (20/3).

Pria yang juga ketua FPPP DPRD Jatim ini mengatakan sambil menunggu proses hukum terhadap yang bersangkutan, PPP sebagai partai pengusung tetap menggerakkan mesinnya untuk memenangkan pasangan Nanda-Wanedi di Pilwali Malang 2018.

“Biarkan yang bersangkutan sebagai warga Negara yang baik mengikuti proses hukum dari KPK untuk menyelidiki dugaan suap tersebut. Namun, hal itu tak berpengaruh bagi kami sehingga kami tetap memaksimalkan mesin partai kami untuk kemenangan pasangan Nanda-Wanedi di Pilwali Malang,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, KPK RI telah menetapkan 19 pejabat di Kota Malang terlibat dalam kasus dugaan suap pembahasan perubahan APBD 2015. Dari penetapan tersebut, KPK menetapkan dari pihak eksekutif adalah Wali Kota Malang, Mochammad Anton dan dari pihak legislatif sebanyak 18 anggota DPRD kota Malang periode 2014-2019, dimana cawali Kota Malang Ya’qud Ananda Gudban juga termasuk didalamnya.

Ya’qud Ananda Gudban adalah calon Wali Kota yang berpasangan dengan Ahmad Wanedi dan diusung oleg koalisi PDIP, PAN, Hanura, PPP, dan Partai Nasdem. (Setya/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU