Suara Menuntut Munaslub PPP Mulai Terdengar dari Berbagai Daerah di Indonesia

19
643
Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy.

JAKARTA – Tuntutan agar segera diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), untuk meminta pertanggugjawaban dan memecat Djan Faridz ataupun Romahurmuziy, mulai disuarakan oleh tokoh dan kader PPP dari berbagai daerah.

Seperti Laskar-laskar PPP di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang pada hari ini menyatakan sikap penolakan kepemimpinan Djan Faridz ataupun Romahurmuziy dan meminta segera diselenggarakan Munaslub untuk menyelamatkan PPP.

“Kami menganggap pimpinan kedua kubu batal dan harus diganti. Kami ingin terus menggerakan dan Yogya menjadi motor penggerak muktamar luar biasa,” kata Muhammad Yazid Penasehat laskar PPP DIY di markas DPW PPP DIY, hari ini, Senin (3/4).

Koordinator Tim Ad Hoc Revolusi PPP DIY, Indrayanto juga menegaskan bahwa keluarga besar PPP Yogyakarta telah menyatakan sikap menolak Djan Faridz ataupun Romahurmuziy, sebagai Imam karena dinilai telah mengkhianati perjuangan umat.

“Meminta Mahkamah Partai, agar kedua kubu, Romi dan Djan Farid harus dipecat karena menkhianati amanah dan khitoh partai, meminta Mahkamah Partai memutuskan agar dilaksanakan Muktamar Luar Biasa dalam menyelesaikan konflik internal PPP,” kata  Indrayanto.

Sementara itu sebelumnya di Jakarta, kader muda PPP Usni Hasanudin juga menuntut agar segera diadakan Munaslub untuk meminta pertanggungjawaban baik Djan Faridz ataupun Romahurmuziy, yang telah memberikan dukungan pada pasangan calon gubernur nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada Jakarta putaran kedua.

“Segera selenggarakan muktamar luar biasa (Muktamarlub) untuk mengembalikan dan menyelamatkan rumah besar umat Islam,” katanya di Jakarta, Selasa (28/3) lalu.

Di Madura, ulama yang tergabung dalam Forum Ulama’ul Ka’bah Madura (FUKM), juga telah menghimbau seluruh kader PPP untuk mufaraqah atau tidak mengikuti pimpinan atau imam dari kepemimpinan Djan Faridz maupun Romahurmuziy.

“Kami akan melarang umat kami dari mengikuti partai yang dipimpin mereka berdua,” tegas Ketua Umum Forum Ulama’ul Ka’bah Madura (FUKM), KH Ali Karrar Sanhaj dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 30 Maret 2017.

EDITOR: Harun S

BAGIKAN
loading...

19 KOMENTAR

  1. Dulu waktu jumlah partai cuma 3, saya penggemar dan pencinta PPP. Setelah partai menjadi banyak, walau nggak pilih PPP, saya masih tetep “ada rasa” dengan PPP. Tapi setelah P3 diobok obok rejim sekarang ini…. Saya kok jadi muak sama PPP….

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...