Dongkrak Elektabilitas, Jokowi Disarankan Ambil Alih Kepemimpinan PDIP

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi dinilai masih mempunyai peluang untuk menaikan elektabilitasnya yang cenderung turun disebabkan berbagai peristiwa belakangan ini, yang diyakini bakal menggerus kepercayaan publik terhadap mantan Walikota Solo, Jawa Tengah itu untuk melanjutkan di periode kedua.

“Menurut kami tanda-tandanya sebuah lampu kuning untuk melanjutkan pemerintahan. Nah apakah Jokowi bisa diselamatkan? Bisa saja,” kata Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto, dalam acara diskusi ‘Evaluasi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK’ di Tebet, Jakarta, Jumat (6/10).

Menurut Andrianto, jawabanya adalah mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Baik secara halus maupun cara apapun.

Jokowi diyakini mampu mengambil alih pucuk pimpinan PDI Perjuangan dari Megawati Soekarnoputri karena sudah berhasil memenangkan Setya Novanto dalam perebutan kursi Partai Golkar saat bersaing dengan Ade Komarudin.

“‎Dia (Jokowi) partai nggak punya, duit nggak punya. Cuma Walikota Solo, modal mobil Esemka, bisa jadi Presiden itu luar biasa. Ini tantangan berat ke depan,” kata Andrianto.

Menurut Andrianto, pengambil alihan PDIP sangat wajar. Apalagi, Jokowi tidak memiliki kontrol penuh terhadap partai pendukung utamanya tersebut. Malahan, PDIP justru kerap terlihat garang dan nampak seperti partai oposisi bagi pemerintahan.

“Ini memang aneh, Gerindra saja tidak terlalu keras. Termasuk dalam hal Pansus KPK. Jokowi ingin mendukung penegakan hukum, tetapi PDIP justru mendukung Pansus KPK,” ujarnya.

Cara kedua, menurut Andrianto, bisa melalui resufle kabinet. Namun, cara ini dinilai tidak akan efektif membenahi citra Jokowi yang kadung rusak sejak memulai start awal pemerintahannya. Apalagi, pemerintahan yang efektif sebenarnya hanya 3 tahun, sedangkan dua tahun terakhir sudah digunakan untuk persiapan pemilihan presiden periode selanjutnya.

“Memang kalau kedua cara ini tidak dilakukan, peluangnya gimana? Sebenarnya nggak enak, kalau dikatakan kalah,” ujarnya. (Achmad/Arif R)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER