Zulkifli Hasan: Jangan Utang Budi kepada Calon Pemimpin

JAKARTA – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta seluruh masyarakat tidak berutang budi terhadap siapa pun calon pemimpin, baik di tingkatan legislatif maupun eksekutif.

“Kalau dikasih sembako terima, halal, dikasih sarung terima, dikasih uang terima, tapi jangan pernah utang budi,” kata Zulkifli di sela rangkaian kunjungan kerja sosialisasi empat pilar di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (18/9).

Zulkifli menegaskan dalam memilih pemimpin masyarakat harus berdaulat, yakni memilih sesuai hati nurani, dengan mempelajari latar belakang pemimpin teraebut terlebih dahulu.

“Pilih dengan berdaulat. Lihat siapa dia, kira-kira dia merampok uang rakyat atau tidak kalau sudah terpilih,” kata Zulkifli.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menyesalkan maraknya kepala daerah yang terlibat korupsi. Hal ini menurut dia, disebabkan segala hal dinilai dengan uang.

“Kemarin (ditangkap KPK) ada wali kota, kemarinnya lagi ada wali kota lagi, kemarinnya lagi bupati, kemarinnya lagi gubernur, kemarinnya lagi bupati, kemarinnya lagi anggota DPR, habis kita. Ini karena semua dinilai dengan uang,” sesal Zulkifli.

Ia mengatakan segala sesuatu yang diperoleh dari hasil sogok menyogok niscaya tidak akan memperoleh keberkahan dari langit dan bumi.

“Kalau sogok menyogok, keberkahan dari langit dan bumi tidak akan datang. Kalau praktik ini tidak diakhiri saya khawatir kita tidak akan punya nilai-nilai lagi, dan tinggal menunggu kehancuran,” kata dia.

Zulkifli mengingatkan korupsi adalah musuh terbesar kemanusiaan. Korupsi pula yang menghancurkan kerajaan besar jaman dulu.

“Korupsi akan menghancurkan negara meski negara itu kaya. Korupsi menghancurkan moral. Cara mengakhirinya sederhana, jangan utang budi terhadap calon pemimpin,” kata dia. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER