SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ustadz Felix Siauw yang dijadwalkan mengisi kajian di masjid Manarul Islam Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, pagi ini, Sabtu (4/11) akhirnya batal naik mimbar memberi tausiyah dihadapan ribuan jamaah yang telah memadati masjid sejak dari pagi. Kajian Sabtu pagi tersebut tetap dilanjutkan dengan penceramah lainnya.
Batalnya ustadz Felix Siauw mengisi kajian dikarenakan adanya keberatan dari Ansor Kabupaten Pasuruan, setelah sebelumnya dilakukan mediasi dan berbagai pertemuan antara pihak Ansor, Forkompimda Pasuruan, kepolisian dan panitia dari masjid Manarul Islam.
“Kami sudah membuka ruang untuk dialog kepada Felix Siauw. Sejak kami mendengar akan mengisi kajian di Pasuruan, kami sudah berusaha membuka dialog untuk menyampaikan hal-hal yang jadi keberatan Ansor dan NU khususnya,” ungkap Ketua PC Ansor Bangil, Sa’ad Muafi, ketika dikonfirmasi SERUJI, Sabtu (4/11).
Muafi menyampaikan bahwa pada Senin, 30 Oktober 2017, Ansor telah menyampaikan keberatannya dan meminta bantuan Polres Pasuruan memediasi pertemuan antara Ansor dan pihak ustadz Felix Siauw.
“Tapi tidak ditanggapi, baik oleh Felix Siauw, maupun pihak panitia,” jelas Muafi.

ormas yg sama yg dulu pernah “curi” baliho aksi bela islam,karna dikejar masa mereka lari ke polsek,di polsek mereka kalah dan disuruh ganti baliho yg dicuri, saya sempat lihat kejadiannya di polsek bangil pak Firman ‘Kiky’ Yulistiyo
Oh, iya.. saya ingat kronologi kejadian yg njenengan ceritakan itu, pak Cholis
Ngga apa2 ustadz semakin kaum cebong itu mengekang semakin ditunggu dan dinantikan kehadiran ustadz untuk berdakwah di masyarakat…insya Allah tambah istiqomah..
g ngerti aku pak sama ormas satu ini,
ada klarifikasi dr ust Felix ? cover both sides ?
Astaghfirullah… Kenapa orang berdakwah di jalan Allah kalian persulit dan dihalangi? 🙁
Dan ini bukan kejadian pertama kali (pernah terjadi di sidoarjo menimpa penceramah lain dan di malang), tapi ormas yg keberatan tetap sama.
Semoga Allah SWT memberi kalian hidayah. Aamiin…
colek pak Cholis
Bukan hanya urusan ormas yg resah kalo ada seseorang mendakwahkan anti NKRI Pro khilafah, pemerintah Thoghut dll.
Smw elemen Bangsa Indonesia akan merasa geram dgn Dakwah yg mengajarkan permusuhan dgn Negaranya sendiri.
Andai kata Dakwahnya ini bukan di Indonesia smw elemen masyarakat tidak akan mempersoalkan.
Warga dimanapun tidak akan rela apabila ad seseorang yg ingin membakar desanya sendiri Krn tidak sesuai dgn alur pikirinnya
Itulah jalan pikiran kelompok yg memaksakan pendapat dan tidak mau menerima pikiran kelompok lain. Bagaimana tahu isi dakwah yg akan disampaikan oleh saudara sesama muslim jika akan menyampaikan saja sudah dihalangi.
Dan perlu digaris bawahi bahwa kejadian ini sudah terjadi bbrp kali dilakukan oleh ormas yg sama dan terhadap bbrp pendakwah.
Sedangkan pendakwah yg sama tersebut diterima kelompok lain dan dapat berdakwah juga di lokasi lain.
Sedih memang manakala mereka yg mengagung-agungkan toleransi dan mengatakan bahwa perbedaan pendapat adalah rahmat, pada kenyataannya cuma memaksakan pendapat dan bersikap “pokoknya” tanpa mau berdiskusi dgn santun dan cerdas.
Wallahu’alam bishawab.
Semoga Allah SWT memberikan hidayah pada mereka.
pokok e ngunu ya pak Firman ‘Kiky’ Yulistiyo, kemarin siang wkt lewat tkp sdh sepi tinggal pak pol yg jaga,jg sedikit warga yg blm plg