Syahganda: Miskin Kaderisasi, Gerakan Mahasiswa Tak Punya Konsep

BOGOR – Dr. Syahganda Nainggolan memandang gerakan mahasiwa yang ada saat ini tidak memiliki konsep, sehingga tidak memiliki arah yang jelas, apa yang diperjuangkan.

Selama 20 tahun terakhir sejak 1998, gerakan mahasiswa kelihatannya tidak menunjukkan konsepsi lagi tentang apa yang dia mau perjuangkan,” jelas Syahganda dalam Latihan Kepemimpinan Kebangsaan I yang digelar Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) di Wisma DPR RI, Kopo, Puncak, Bogor.

Menurut Syahganda, gerakan mahasiwa saat ini tidak memiliki konsep disebabkan makin lemahnya proses kaderisasi dikalangan aktivis mahasiwa. Selain juga lemahnya idealisme mahasiswa dan cenderung memiliki orientasi yang pragmatis.

“Saya sering diminta untuk jadi pemateri dalam semacam latihan kader. Di situ yang saya lihat teman-teman yang hadir itu tidak punya kekuasaan terhadap konsep, kemudian orientasinya terlalu pragmatis.” ungkap Syahganda, alumnus ITB aktivis 1980-an.

Karena miskinnya kaderisasi menimbulkan tidak adanya konsep dalam pergerakan mahasiwa saat ini, maka aksi yang dilakukan mahasiwa saat ini cenderung sporadis dan tidak memiliki kesiapan dan kajian yang matang.

“Di masa lalu, kalau bicara social movement, itu umumnya punya konsep yang matang. Contoh gerakan tahun 70-an akhir sampai 80-an akhir itu, berbicara tentang menolak ketergantungan Indonesia terhadap asing. Itu gerakannya gerakan yang tersusun secara rapi, konseptual, dibedah politik-ekonominya oleh mahasiswa. Kenapa tidak mau ketergantungan, apa teori-teorinya dipelajari. Kemudian melakukan gerakan kritik terhadap ketergantungan itu,” jelasnya.

Kegiatan Latihan Kepemimpinan Kebangsaan I akan berlangsung hingga Minggu 12 Februari 2017.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik