Selain mengaji, anak-anak yatim juga bisa bermain, ada tempat bermain khusus dibuat untuk anak-anak seperti perosotan, ayunan, dan baling-baling. Anak-anak yatim tersebut juga bisa berlatih kuda yang ada di hanggar.
“Tergantung kalau ada pelatihnya, mereka dilatih berkuda. Kita punya tempat latihannya, bisa dari kuda poni ukuran kecil untuk anak-anak, bisa juga kuda dewasa,” katanya.
Dwi selalu mengatakan aset yang dimiliki Rumah Doa Anak Yatim tersebut adalah milik Allah, semua dipelihara dan dikembalikan kepada Allah melalui anak yatim yang bisa belajar mengaji, makan dan minum susu gratis setiap hari.
“Selama ini orang dalam urusan di dunia menjadikan orang lain sebagai pemilik saham. Di Rumah Doa Anak Yatim, pemilik sahamnya Allah,” kata Dwi.
Dwi meyakini bahwa segala sesuatu jika dibelanjakan di jalan Allah, maka akan kembali dengan nominal yang tidak disangka-sangka. Peternakan dan Rumah Doa Anak Yatim mempekerjakan lebih dari 70 orang pekerja baik yang mengurus ternak, kandang, memasak hingga pembersih kamar mandi. (Ant/SU01)
