close

Musikus Ara Daulay Meninggal Karena Infeksi Paru? Inilah Tips Mencegahnya!

SERUJI.CO.ID – Jumat kemaren kita kehilangan musisi terkenal Indonesia, Ara Daulay. Beliau dikabarkan meninggal di rumah sakit di Bali pada usia 41 tahun, tidak lama setelah mengalami serangan sesak nafas di rumahnya. Tidak ada informasi pasti apa penyebab kematian yang dialaminya pada usia yang relatif masih muda itu. Tapi menurut berita yang ada almarhum meninggal karena infeksi paru.

Infeksi paru, terutama apa yang dikenal dengan pneumonia adalah suatu infeksi, peradangan jaringan, kantung udara paru. Infeksi ini memang dapat menyerang, dan menyebabkan kematian terhadap siapapun juga. Hanya saja, risiko kematian ini lebih tinggi pada anak-anak usia di bawah dua tahun, dan usia lanjut lanjut di atas 65 tahun.

Penderita pneumonia yang juga mengalami penyakit dasar lain seperti keganasan, stroke, diabetes mellitus, penyakit gangguan sistem kekebalan tubuh lain seperti HIV/AID, perokok, penikmat alkohol, mereka yang mendapatkan obat kortikosteroid jangka lama, risiko terserang, dan kematian akibat penyakit ini juga lebih tinggi.

Kalau memang Ara Daulay meninggal karena infeksi paru, pneumonia, ia jelas tidak sendirian, banyak pasien lain meninggal dengan penyebab yang sama. Pneumonia adalah penyebab kematian nomor 6 di Indonesia. Dan, penyakit ini juga tidak pilih bulu.

Loading...

Banyak orang-orang terkenal di seantero dunia meninggal akibat penyakit ini. Nelson Mandela, pemipin dan pejuang Afrika Selatan meninggal setelah beberapa kali mengalami serangan pneumonia. Ronald Reagan, mantan Presiden Amerika Serikat menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 93 tahun karena pneumonia dengan faktor risiko penyakit Alzheimer yang dideritanya. William Henry Harrison, Presiden Amerika Serikat ke-9 meninggal karena pneumonia pada usia 68 tahun.

Musikus, pegiat seni terkenal lain yang meninggal karena komplikasi pneumonia ini juga banyak. Beberapa diantaranya adalah, Bernard Edward. Produser lagu-lagu untuk Diana Ross, Rod Stewart, dan Sister Sledge ini, meninggal di Tokyo pada usia 43 tahun. Usia yang hampir sebaya dengan almarhum Ara Daulay.

James Brown, the God Father of Soul, meninggal di Atlanta, Georgia pada usia 73 tahun sehari setelah dirawat di rumah sakit karena pneumonia berat. Brittany Murphy, seorang artis dan penyanyi, meninggal pada tahun 2009 pada usia 32 tahun setelah mengalami kolaps di kamar mandi. Beliau meninggal karena pneumonia dengan faktor risiko anemia defisiensi besi dan intoksikasi obat-obatan. Dan, Idris Sardi, pemain Viola terjebak Indonesia juga meninggal akibat komplikasi penyakit ini.

Lalu, apa penyebab pneumonia ini?

Penyebab yang terbanyak adalah bakteri dan virus dari udara yang kita hirup waktu kita bernafas. Dalam keadaan normal, bakteri dan virus ini tidak menyebabkan masalah pada paru-paru kita, melalui mekanisme pertahanan tubuh yang sehat, tubuh kita dapat mengendalikan pertumbuhan bakteri dan virus ini. Tetapi bila sistem pertahanan, kekkebalan tubulars kita terganggu, karena faktor risiko yang kita punyai, seperti yang disinggung di atas, infeksi dapat berkembang

Gejala dan tanda seseorang yang menderita pneumonia ini diantaranya adalah; panas, sering tinggi yang diikuiti menggigil, batuk, sesak nafas, nyeri dada terutama waktu batuk dan menarik nafas dalam. Mual, muntah, diare, lemah, sakit kepala, tidak ada nafsu makan, perubahan status mental dapat terjadi. Pada usia lanjut, usia di atas 65 tahun, gejala dan keluhan kadang-kadang tidak khas, penderita tidak harus panas, bahkan suhu tubuh bisa di bawah normal.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah kita menderita penyakit ini?

Nah, seperti disinggung di atas, seseorang menderita penyakit ini karena ada faktor risiko yang dipunyainya. Faktor risiko ini menyebabkan seseorang lebih besar kemungkinan menderitanya. Mengendalikan, mengeliminir faktor risiko inilah yang perlu kita lakukan. Kecuali faktor usia, yang lain pada umumnya dapat kita ubah.

Tips di bawah ini mudah-mudahan dapat membantu:

Rokok, kalau kita merokok, berhentilah. Rokok dapat menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh kita, dan sistem pertahanan lokal paru, sehingga kita lebih mudah menderita infeksi paru.

Pertahankan sistem kekebalan/imun kita agar tetap kuat. Tidur, dan istirahat yang cukup, olahraga teratur, mengonsusmsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan yang cukup perlu sekali

Jagalah kebersihan. Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker pada waktu tertentu juga dapat mengurangi risiko terinfeksi infeksi paru.

Menjaga berat badan normal. Berat badan berlebih adalah faktor risiko penting penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus dan bahkan beberapa keganasan. Karena penyakit-penyakit merupakan faktor pneumonia, menghindari terjangkitnya kita dari penyakit-penyakit ini juga akan menurunkan risiko menderita pneumonia

Alkohol. Alkohol dapat juga meningkatkan faktor risiko seseorang menderita penyakit infeksi paru. Peningkatan ini dapat karena gangguan sistem imun, gangguan fungsi pertahanan lokal paru ataupun secara tidak langsung karena penyakit lain akibat mengonsumsi alkohol.

Vaksinasi. Vaksinasi penumonia dan virus influenza pada anak-anak usia di bawah 2 tahun dan usia lanjut di atas 65 tahun dilaporkan dapat mengurangi risiko terjangkit infeksi paru pneumnia

Kalau kita mengalami gejala dan tanda seperti di atas, panas, batuk, sesak nafas, nyeri dada, lemah, tidak ada nafsu makan, mual, muntah, sakit kepala, apalagi anda punya risiko, maka segeralah konsultasi ke dokter anda atau minta pelayanan ke rumah sakit.

Palembang, 30 September 2019


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.
loading...
Irsyal Rusad
Dokter spesialis penyakit dalam
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ingin Turunkan Berat Badan? Inilah Prinsip Dasarnya!

Berat badan akan turun bila kalori yang digunakan melebihi kalori yang masuk, atau kalori yang kita bakar lebih banyak dari kalori yang dihasilkan tubuh dari makanan yang dikonsumsi.

Diabetes: Kenali Penyakit Yang Jumlah Penderitanya Terus Meningkat (2)

Diabetes melitus adalah penyakit kronis, sekali seseorang didiagnosis sebagai penyandangnya, maka pada umumnya penyakit ini akan mendampinginya sepanjang usianya. Dengan kata lain, diabetes ini akan menjadi temannya selamanya.

Tahukah Anda, Fleksibel itu Menyehatkan ?

Kekakuan itu ialah tanda kematian, sebaliknya, fleksibilitas atau kelenturan itu adalah kehidupan.

TERPOPULER