JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi menyesalkan tindakan pengadangan yang dilakukan sekelompok orang dari beberapa ormas terhadap ustadz Abdul Somad, di Bali, pada Jumat (8/12) kemarin.
“Apa pun alasannya tindakan sekelompok orang itu tidak dibenarkan, karena melanggar hak asasi dan termasuk bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang,” ujar Zainut lewat rilis yang diterima SERUJI, Sabtu (9/12).
Menurut Zainut hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi, jika setiap pihak kedepankan semangat toleransi, persaudaraan dan musyawarah.
“Dalam negara berlandaskan Pancasila, setiap warga negara diberi jaminan perlindungan hak asasi oleh negara dalam melaksanakan kewajiban agamanya, sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.
Zainut khawatir upaya mengadang setiap warga beragama dalam melakukan dakwah, menjadi preseden yang tak baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Cara-cara pengadangan seperti di Bali itu dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia,” ujar Zainut.
Lebih lanjut Zainut menyampaikan bahwa MUI menghimbau aparat keamanan dan pemerintah daerah setempat untuk segera mengumpulkan para pemuka agama melalui forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
“Agar (segera, red) dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak timbul kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah elemen ormas yang tergabung dalam Komponen Rakyat Bali (KRB) menolak kehadiran ustadz Abdul Somad dengan melakukan pengadagang di Hotel Aston Denpasar, Jumat (8/12). Ormas tersebut menuduh ustadz Somad anti NKRI dan pemecah belah.
Dengan arogan ormas tersebut mengajukan syarat kepada ustadz Somad jika ingin berdakwah kepada ummat Islam di Bali harus menyanyikan lagu lagu Indonesia Raya dan memekikkan NKRI harga mati saat itu juga. (ARif R/Hrn)

Hanya penyesalan doang….langkah selanjutnya….pret..!!
Guoblokh emangnya gak tereak Pancasila di alam barjah kena sangsi dasar Ideooooott lu pade. Lu tu udah pinter ngerti agama. Yg mesti lu takuti. Allah mencabut Iman dari hati luu. Sampe mati luu tereak Pancasila amalin dong , hargai ulama sebagai penerus para Rosul bukan penerus Sukarno menghormati memulyakan ulama adalah sama dengan mengamalkan Pancasila. Goblok kh. Melecehkan ulama sama dengan merusak Pancasila guoblokhh
takbir…
Allaahuakhbar !!!!
polisi ngapain
Yg suka menghadang2 ustadz ceramah.. Itu mereka org2 munafik lawan aja mereka…… Mereka syetan2 yg menjelma manusia.
Tak berlaku tuk ustadz mah pa.