MUI: Pengadangan Ustadz Somad Adalah Persekusi Yang Langgar UU

89
1418
Cak Imin sedang berbincangl santai dengan ustadz Abdul Somad, disela acara Sosialisasi 4 Pilar, di halaman Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti di Salo, Kampar, Riau, Selasa (14/7/2017). (foto:Tim Kabar Cak Imin)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi menyesalkan tindakan pengadangan yang dilakukan sekelompok orang dari beberapa ormas terhadap ustadz Abdul Somad, di Bali, pada Jumat (8/12) kemarin.

“Apa pun alasannya tindakan sekelompok orang itu tidak dibenarkan, karena melanggar hak asasi dan termasuk bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang,” ujar Zainut lewat rilis yang diterima SERUJI, Sabtu (9/12).

Menurut Zainut hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi, jika setiap pihak kedepankan semangat toleransi, persaudaraan dan musyawarah.

“Dalam negara berlandaskan Pancasila, setiap warga negara diberi jaminan perlindungan hak asasi oleh negara dalam melaksanakan kewajiban agamanya, sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Zainut khawatir upaya mengadang setiap warga beragama dalam melakukan dakwah, menjadi preseden yang tak baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Cara-cara pengadangan seperti di Bali itu dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia,” ujar Zainut.

Lebih lanjut Zainut menyampaikan bahwa MUI menghimbau aparat keamanan dan pemerintah daerah setempat untuk segera mengumpulkan para pemuka agama melalui forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Agar (segera, red) dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak timbul kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah elemen ormas yang tergabung dalam Komponen Rakyat Bali (KRB) menolak kehadiran ustadz Abdul Somad dengan melakukan pengadagang di Hotel Aston Denpasar, Jumat (8/12). Ormas tersebut menuduh ustadz Somad anti NKRI dan pemecah belah.

Dengan arogan ormas tersebut mengajukan syarat kepada ustadz Somad jika ingin berdakwah kepada ummat Islam di Bali harus menyanyikan lagu lagu Indonesia Raya dan memekikkan NKRI harga mati saat itu juga. (ARif R/Hrn)

Komentar

BACA JUGA

Departemen Keuangan AS Kritik Keras Aksi Non Pasar China

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID - Pejabat tinggi Departemen Keuangan Amerika Serikat, Rabu (21/2), menyampaikan kritik atas kebijakan ekonomi China yang dituduh "berperilaku non-pasar" serta mengatakan bahwa AS...
banjir

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Desa di Bojonegoro

BOJONEGORO, SERUJI.CO.ID - Sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Dander, Bubulan, dan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diterjang banjir bandang dengan ketinggian air berkisar 0,5-1 meter...

Ganjar Pranowo Kunjungi Korban Banjir Demak

DEMAK, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi para korban banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (22/2). Calon gubernur yang berpasangan...
Penjahat ditangkap

Sembunyikan Sabu Dalam Pembalut, Penumpang Pesawat Diamankan

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - EW (41), perempuan penumpang pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur-Semarang, Jawa Tengah, ditangkap saat diketahui berusaha menyelundupkan 538 gram narkotika jenis sabu-sabu...
Akbar Tanjung

Akbar Tanjung Anggap Nomor 4 Bawa Keberuntungan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung menganggap angka empat yang menjadi nomor urut parpolnya justru akan membawa keberuntungan atau mampu...
loading...
IMG_20180221_224758_367

Apa yang Kau Cari, Fahri Hamzah?

Fahri Hamzah, politisi paling populer tahun-tahun ini. Anggota DPR dari fraksi PKS ini sangat kritis terhadap segala hal yang dianggapnya tidak benar dalam penyelenggaraan...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...