Lima dari Sebelas Calon Hakim MK Hari ini Seleksi Wawancara Terbuka

2
46
Panitia seleksi calon Hakim MK melakukan wawancara terbuka calon Hakim MK pengganti Patrialis Akhbar. (foto: Setneg)

JAKARTA – Seleksi Calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang diajukan Oleh Presiden memasuki tahap wawancara. Sebanyak lima dari sebelas calon hakim MK mengikuti seleksi wawancara terbuka yang diadakan di Aula Serbaguna Gedung Kementerian Sekretariat Negara, hari ini Senin (27/3), sebagaimana rilis Humas Kementerian Sekretariat Negara.

Wawancara ini merupakan seleksi tahap II setelah sebelumnya dilakukan penyaringan secara administrasi dan makalah pada tahap I. Sebanyak 11 orang dari 45 orang yang mendaftar dinyatakan lolos seleksi tahap I serta memenuhi syarat untuk maju pada tahap selanjutnya.

Pada wawancara gelombang pertama hari ini, lima Calon hakim MK diwawancara oleh Panitia Seleksi (Pansel) yakni; Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM, Wicipto Setiadi; Guru Besar Universitas Andalas, Saldi Isra; Dosen Universitas Islam Indonesia, Muslich KS; Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Muhammad Yamin Lubis; serta Pegawai Negeri Sipil sekaligus Widyaiswara Kementerian Dalam Negeri, Mudji Estiningsih.

Pansel calon hakim MK juga menunjuk dua orang pakar untuk menggali lebih luas pengetahuan para calon hakim MK sesuai dengan keahliannya.

“Hal apa yang kira-kira bisa digali lebih luas dari lima orang itu dan kita memerlukan perspektif kedua pakar tersebut untuk memperkaya hasil penilaian,” ujar Harjono selaku Ketua Pansel di sela waktu rehat.

Dua orang pakar yang ditunjuk adalah Daniel Dhakidae, Pemimpin Redaksi Prisma Resource Center dan aktif pada Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial (LP3ES). Ia memberikan beberapa pertanyaan dalam aspek sosiologi kemasyarakatan.

Pakar berikutnya yaitu Komarudin Hidayat yang merupakan Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah untuk menelisik nilai budaya dan kebhinekaan serta toleransi beragama dari para calon hakim MK.

Selain para pewawancara, Pansel juga memberikan kesempatan bagi masyarakat dan juga media massa yang hadir untuk bertanya langsung kepada para calon hakim MK. Secara keseluruhan, wawancara berlangsung selama lima jam dengan durasi tanya jawab masing-masing satu jam kepada setiap calon hakim MK. Enam orang calon hakim MK lainnya diagendakan hadir pada sesi wawancara terbuka pada Rabu (29/3) mendatang.

Pansel bentukan Presiden diketuai oleh mantan Hakim MK, Harjono. Sementara anggota terdiri dari para pakar dibidangnya; Wakil Ketua Komisi Yudisial Sukma Violetta, mantan Hakim MK Maurarar Siahaan, serta ahli hukum Todung Mulya Lubis dan Ningrum Sirait. Pansel ini bertugas mencari satu orang Hakim MK untuk menggantikan Patrialis Akhbar yang diberhentikan secara tidak hormat karena tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan menerima suap.

EDITOR: Haruns S

BAGIKAN
loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...
bike messenger

Bidonesia Harumkan Nama Indonesia

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Bidonesia, wadah anak muda yang bergerak dalam layanan pengiriman barang menggunakan sepeda telah mampu berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...