Ketua Umum Ansor Minta Polri Evaluasi Keberadaan Rutan untuk Napi Teroris

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta ada evaluasi secara menyeluruh keberadaan Rumah Tahanan (Rutan) untuk napi teroris (napiter). Juga harus ada evaluasi prosedur tetap keamanan selama ini yang sudah dilakukan.

Hal ini terkait dengan terjadinya kasus kerusuhan dan penyanderaan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang berlangsung dari Selasa (8/5) hingga Kamis (10/5) menjelang fajar.

“Coba lihat saja, ada alat komunikasi bisa masuk ke dalam sehingga bisa mengunggah propaganda atas kasus tersebut ke media sosial. Mereka juga bisa dengan mudah membuat kerusuhan bahkan menguasai senjata sampai 30 pucuk. Ini bahaya sekali,” kata Yaqut di Jakarta, Kamis (10/5).

Selain itu, anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta agar dilakukan pemisahan bagi napiter di rutan-rutan umum.

“Tentu dengan melakukan profiling terhadap napi teroris itu sendiri. Apakah dia tergolong ideolog, anggota militan atau simpatisan,” kata Yaqut.

Yaqut juga memuji Polri yang telah berhasil mengatasi kasus rusuh dan penguasaan rumah tahanan di Mako Brimob oleh narapidana terorisme.

“Saya memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras Polri yang berhasil mengakhiri ‘drama’ mengerikan lebih dari 38 jam tanpa menimbulkan korban baru, baik dari pihak aparat maupun dari napiter,” katanya.

GP Ansor mendukung penuh pihak kepolisian yang menyelesaikan kasus pembangkangan napiter tersebut dengan mekanisme penanggulangan pemulihan keadaan mengingat yang dilakukan para napiter sudah sangat brutal. (ARif R/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER