HMI Gelar Latihan Kader Tingkat II se-Nusantara di Madura

0
65

PAMEKASAN – Organisasi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengadakan Latihan Kader tingkat dua (LK II) se-Nusantara di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 22-29 April 2017.

Menurut Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Pamekasan Chairul Umam, jumlah peserta yang mendaftar untuk mengikuti LK-II HMI Se-Nusantara itu sebanyak 46 orang, namun yang dinyatakan layak mengikuti pelatihan hanya 33 orang.

“Jadi, ada 13 calon peserta LK-II yang terpaksa dipulangkan karena tidak lulus screening,” kata Chairul di Pamekasan, Sabtu (22/4) malam.

Chairul menjelaskan, sistem perkaderan di HMI sangat ketat, karena pola perkaderan organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia tersebut memang lebih mengedepankan kualitas, kedisiplinan dan kader harus memiliki keinginan kuat untuk maju dan berkembang.

“Materi screening meliputi sejarah, mission HMI, Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (KMO), dan uji makalah,” jelasnya.

Masing-masing calon peserta harus membuat makalah yang temanya sudah ditentukan oleh panitia pelaksana, dan kebanyakan peserta yang tidak lulus itu, yang tidak bisa mempertanggungjawabkan makalah yang telah diserahkan ke panitia.

“Makalah yang disampaikan kepada panitia itu kan dites. Jika mereka tidak bisa mempertanggung jawabkan isi makalahnya, harus legowo pulang,” ungkap Chairul.

Screening calon peserta berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 19 hingga 21, sedangkan pelatihan akan berlangsung mulai 22 hingga 29 April 2017. “Tadi pagi pembukaan, dan mulai siang hingga malam ini materi pelatihan,” terang Chairul.

Ketua Umum Pengurus Besar HMI Mulyadi P Tapsir dijadwalkan hadir menjadi pemateri pada LK-II Se-Nusantara yang bertema “Mempertegas Komitmen Keummatan dan Kebangsaan HMI Ditengah Ancaman Disintegrasi Bangsa” itu.

Tokoh nasional lainnya yang akan hadir adalah mantan Presidium Kahmi Akbar Tanjung, dan anggota DPR RI Ahmad Baidawi.

Pembukaan LK-II se-Nusantara yang berlangsung hari ini, dilakukan oleh Badan Koordinasi (Badko) HMI Jatim, dan dihadiri oleh Presidium Kahmi Jawa Timur Dr Ahmad Noer Fuad.

HMI merupakan organisasi kader yang didirkan pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta oleh Lafran Pane dengan tujuan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan menyebar luaskan ajaran agama Islam.

Organisasi ini merupakan organisasi independen dan tidak berafiliasi dengan ormas ke-Islam-an manapun, sehingga para aktivis yang ada di organisasi itu dari berbagai kelompok keagamaan, seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad dan Hidayatullah. Organisasi ini bersifat independen, berperan sebagai organisasi kader dan berfungsi sebagai organisasi perjuangan.

HMI sempat menjadi target PKI untuk dibubarkan, akan tetapi tetap berhasil dipertahankan berkat perlindungan Presiden RI pertama Soekarno.

 

EDITOR: Harun S

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...