Gelar Budaya Rakyat Untuk Syukuri Pelantikan Gubernur DIY

0
35
Gelar Budaya di Pagelaran Keraton Yogyakarta
Gelar Budaya di Pagelaran Keraton Yogyakarta pada Ahad (22/10) malam. (Foto: Arif Kusuma Fadholy/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sekretariat Bersama Keistimewaan DI Yogyakarta beserta masyarakat Yogyakarta mengadakan Gelar Budaya Rakyat Mahayubagyo Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Periode 2017-2022. Pelaksanaan tersebut diadakan di Pagelaran Keraton Yogyakarta pada Ahad (22/10) malam hingga Senin dini hari.

Acara gelar budaya tersebut dimeriahkan oleh 366 seniman DI Yogyakarta. Mereka terdiri dari 10 grup penampil, di antaranya dari Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta.

Sebelum acara, ada prosesi pemotongan tumpeng oleh Gusti Kanjeng Ratu Hayu yang mewakili Keraton Yogyakarta. Kemudian potongan tumpeng tersebut dibagikan kepada perwakilan pementas atau seniman yang tampil pada acara tersebut.

Koordinator Sekber Keistimewaan Yogyakarta, Widihasto Wasana Putra (Hasto) mengatakan gelar budaya ini merupakan bentuk rasa syukur karena telah berjalan yang telah berlaku.

“Gelar budaya di Pagelaran Keraton menandakan Golong Gilig yang menyatukan pemerintahan dan rakyat untuk mengisi kebudayaan di DIY,” katanya dalam sambutan.

Hasto berharap, pemerintahan Gubernur dan wakil Gubernur periode 2017-2022 lebih baik dari sebelumnya.

“Semoga lebih mensejahterakan dan lebih membahagiakan rakyat,” ujarnya.

Gelar Budaya di Pagelaran Keraton Yogyakarta
Prosesi pemotongan tumpeng oleh Gusti Kanjeng Ratu Hayu yang mewakili Keraton Yogyakarta. (Foto: Arif Kusuma Fadholy/SERUJI)

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Umar Priyono mengatakan, melihat rakyat punya semangat seperti itu, pihaknya berharap, baik birokrasi dan masyarakat akan mampu mewujudkan spirit terkait visi-misi gubernur.

“Provinsi DIY tidak lepas dari dimensi budaya. Budaya bisa merekatkan pemerintah dengan masyarakat, serta masyarakat dengan masyarakat,” ujar Umar.

Gelar Budaya di Pagelaran Keraton Yogyakarta
Gelar Budaya di Pagelaran Keraton Yogyakarta pada Ahad (22/10) malam. (Foto: Arif Kusuma Fadholy/SERUJI)

Umar menambahkan, dengan masyarakat mengggelar seni budaya, merupakan cara strategis untuk meneguhkan aspek pembangunan terkait visi-misi gubernur. Menurutnya, partisipasi semua pihak sangatlah penting.

Gelar budaya tersebut juga menyediakan empat angkringan gratis untuk siapapun yang datang. Semakin malam, pengunjung semakin ramai berdatangan. (ArifKF/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Pleno KPU Jatim

Ini Hasil Tes Kesehatan Dua Pasangan Calon Pilgub Jatim 2018

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menggelar rapat pleno terbuka terkait pemberitahuan hasil penelitian kesehatan kedua pasangan calon gubernur dan wakil...
Ando

Pemuda Ini Nekat Jual Tiga Teman SMA Secara Online

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Tindakan Ando Sidabutar (18) boleh dibilang nekat. Lelaki kemayu ini, menjajakan tiga temannya di media sosial Facebook miliknya. Namun, belum lagi...
Jutaan PCC di Sidoarjo

Pelaku Digaji Rp7-9 Juta/Bulan Untuk Jaga Gudang Jutaan PCC

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dari hasil penyelidikan pihak Satreskoba Polresta Sidoarjo, hingga kini baru satu pelaku yang diamankan dalam kasus penyitaan jutaan pil Paracetamol Caffeine...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...