Fahira: Aksi WO Ananda Sukarlan Ekspresi Permusuhan Terhadap Anies

1
745
Fahira Idris, Ketua Komite III DPD RI.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota DPD RI, Fahira Idris menilai aksi walk out yang dilakukan pianis Ananda Sukarlan, saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai undangan resmi memberi sambutan pada HUT ke-90 Kolese Kanisius, Sabtu (11/11), sebagai sikap permusuhan terhadap pribadi Anies yang pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu berkompetisi dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Walau saya menyakini aksi WO ini untuk memperlihatkan ketidaksukaan dan cara mereka mengekspresikan rasa permusuhan terhadap Pak Anies, tapi saya berharap warga Jakarta tetap tenang. Kita yang sudah dewasa dalam berpolitik ngalah saja. Kalau mereka menganggap tidak ada nilai-nilai kebaikan dalam diri Pak Anies, setidaknya kita melihat gubernur kita ini punya komitmen mengembalikan nilai-nilai warga Bukit Duri dan Kampung Akuarium yang sudah dicabut oleh Ahok yang mereka anggap mempunyai kepribadian yang dipenuhi nilai-nilai kebaikan,” ujar Senator Jakarta Fahira Idris, di Jakarta, Rabu (15/11).

Fahira mengungkapkan, tuduhan yang dilontarkan Ananda Sukarlan bahwa Anies Baswedan mendapat jabatannya dengan cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius sebenarnya tuduhan serius dan termasuk pembunuhan karakter. Bahkan aksi WO menurut Ananda Sukarlan juga didasarkan dan mengatasnamakan nilai kemanusiaan.

“Nilai kemanusian siapa yang dilanggar Pak Anies. Dia tidak pernah menggusur rumah dan tanah warga miskin yang sedang bersengketa di pengadilan. Dia tidak pernah teriak-teriak punya niat bakar demonstran hidup-hidup apalagi punya versi HAM sendiri bahwa bila dua ribu orang menentang dia dan membahayakan 10 juta orang, maka dua ribu orang itu boleh dibunuh,” tukas Fahira.

Walau merasa terganggu dengan peristiwa ini, namun Fahira memuji sikap Anies yang menanggapi insiden ini dengan elegen, santai, tanpa sedikitpun ada rasa marah atau kecewa.

“Jujur saya terganggu dengan peristiwa ini. Tapi melihat respon Pak Anies yang biasa saja bahkan menghargai perbedaan pendapat membuat kita membuka mata, mana pemimpin karbitan dan mana pemimpin sejati,” tukas Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) ini. (ARif R/Hrn)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Peringati Hari Kartini, Gus Ipul Persembahkan Puisi untuk Perempuan Jawa Timur

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tak lupa menyampaikan semangat Kartini pada peringatan hari Kartini, Sabtu...

Polda Babel Ringkus Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID - Tim Cobra Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung meringkus tiga pelaku penyalahgunaan narkoba yang beroperasi di wilayah itu. "Tiga pelaku masing-masing...

Korban Tewas Terlihat Berpesta Dua Malam

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Tiga korban yang pada Ahad (22/4), meninggal dunia di Surabaya terlihat menggelar pesta minuman keras selama dua malam sebelum kematiannya, kata...

Oknum BNN Langsa Ditangkap Terkait Sabu-Sabu

LANGSA, SERUJI.CO.ID - Dua oknum polisi yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, Propinsi Aceh ditangkap personel Provos Polres setempat, atas dugaan...
Korban tewas miras

Polisi Temukan 2 Botol Yang Diduga Milik Korban Tewas Miras Oplosan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polisi dari Polsek Tambaksari menemukan dua botol kemasan plastik yang didua sebelumnya berisi minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan tiga korban...