Disindir Soal Mobil Esemka, Luhut: Kamu Saja Yang Naik, Jangan Jokowi

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menanggapi berbagai pihak yang menyindir Presiden Jokowi agar memakai mobil Esemka menggantikan mobil kepresidenan yang sering mogok.

“Kalau Esemka, kamu saja yang naik. Jangan kita suruh Presiden naik,” kata Luhut sambil tertawa menjawab pertanyaan wartawan dalam acara Coffee Morning di Jakarta, Jumat (24/3).

Menurut Luhut, kualitas mobil yang mengangkat nama Jokowi saat menjabat Wali Kota Solo itu masih belum memenuhi spesifikasi mobil kepresidenan. “Yang mengusulkan penggunaan Esemka untuk jadi mobil kepresidenan harus memikirkan banyak hal,” katanya.

Lebih lanjut mantan Menko Polhukam itu menjelaskan, ada standar spesifikasi yang harus dipenuhi kendaraan untuk menjadi mobil kepresidenan. Standar tersebut bahkan berlaku universal di beberapa negara karena intinya harus bisa mengamankan kepala negara dari bahaya di titik tertentu.

“Mungkin 20 tahun lagi Esemka sudah bagus, sudah bisa bikin bulletproof (antipeluru), kenapa tidak? Bisa saja. Tapi sekarang saya rasa belum,” katanya.

Sebagaimana diketahui mobil kepresidenan RI-1, Mercedes Benz S-600 keluaran tahun 2007, sudah berkali-kali mogok saat menjalankan tugas mengantar Presiden Jokowi. Baru-baru ini terulang saat Presiden mengunjungi Kalimantan Barat (Kalbar), mobil mogok di desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Sabtu (18/3). Sebelumnya kejadian serupa terjadi di Jawa Tengah sebanyak dua kali dan di Magetan Jawa Timur.

Akibat peristiwa itu banyak pihak menyarankan Jokowi menggunakan mobil Esemka yang telah mempoulerkan dirinya waktu menjabat walikota Solo, yang akhirnya mengantar Jokowi jadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden Indonesia.

Tidak kurang Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyarankan Presiden Jokowi menggunakan monil Esemkan. Ia menilai mobil kepresidenan tidak seharusnya mogok, apalagi hingga empat kali.

“lebih baik menggunakan mobil Esemka yang dahulu pernah dipopulerkan saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo,” kata Fadli baru-baru ini.

EDITOR: Iwan S

17 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diakuisisi atau Mengakuisisi: Satu Demi Satu Jatuh ke Tangan Asing

Suatu saat Anda didatangi oleh manajer pengembangan usaha Unilever menawari Anda untuk membeli 100% saham perusahaan Anda dengan harga 25 tahun laba alias Rp250 miliar. Anda dipersilakan pensiun dengan menikmati laba 25 tahun kedepan dalam bentuk uang tunai. Anda tertarik tidak? Ngiler tidak?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER