Dinilai Tak Sejalan Dengan Pemerintah, Said Didu Dicopot dari Komisaris Bukit Asam

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – PT Bukit Asam Tbk hari ini, Jumat (28/12) pagi, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk melakukan perombakan jajaran komisaris.

Dua orang komisaris dicopot dari perusahaan plat merah tersebut, diantaranya Said Didu yang dikenal sebagai tokoh yang kritis pada pemerintah.

Said Didu membenarkan pencopotan dirinya sebagai komisaris PTBA yang telah ia duduki sejak tahun 2015.

“Sesuai keputusan RUPSLB PTBA hari ini saya diberhentikan sebagai Komisaris PTBA,” jelas Said Didu lewat akun twitternya @saididu, Jumat (28/12).

Disampaikan juga oleh pria yang pernah duduk sebagai Sekretaris Kementerian Negara BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, bahwa pemberhentiannya dilakukan karena dinilai ia sudah tidak sejalan dengan pemerintah.

“Dengan alasan saya sudah TIDAK SEJALAN dg pemegang saham Dwi Warna (Menteri BUMN),” ungkapnya.

https://twitter.com/saididu/status/1078495665909424128

Dari informasi yang didapat SERUJI, selain Said Didu, pemerintah juga mencopot Johan O. Silalahi dari jabatannya sebagai komisaris PTBA. (ARif R)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda