Diklaim Mendukung Reklamasi, Alumni ITB Buat Petisi Kecam Menteri Luhut

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) mengecam keras pernyataan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang mengklaim bahwa pencabutan moratorium reklamasi teluk Jakarta sudah melalui kajian yang dilakukan Alumni ITB.

Lewat sebuah petisi yang saat ini beredar dikalangan alumni ITB, Muslim Armas, alumni ITB angkatan 1988 mengumpulkan dukungan yang intinya menolak dan mengecam pernyataan LBP tersebut. Dan menegaskan bahwa alumni ITB menolak reklamasi teluk Jakarta, sebagaimana kajian yang telah mereka lakukan dan telah diserahkan pada Menko Meritim sebelumnya, Rizal Ramli.

“Untuk itu,  kami para Alumni ITB menegaskan Sikap bahwa Kami Menolak Reklamasi Jakarta dan kami akan selalu bersama rakyat untuk  menolak pencabutan moratorium reklamasi yang dilakukan oleh Menko Bidang Kemaritiman,” bunyi salah satu poin petisi yang dimotori Muslim Armas dan saat ini telah ditanda-tangani lebih dari 500 alumni ITB.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya LBP mengklaim bahwa ketua Alumni ITB telah membuat kajian tentang reklamasi yang dijadikan masukan untuk melakukan pencabutan moratorium yang dulunya dibuat oleh Rizal Ramli, yang juga alumni ITB.

“Nggak ada negosiasi. Semua itu ketuanya Pak Ridwan (Djamaluddin, deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur), ketua alumni ITB, yang membuat kajian itu. Ada (ahli dari) Jepang, ada Korea, ada Belanda. Jadi, mau apa lagi?” kata Luhut, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (6/10) lalu.

Berikut isi petisi yang diterima SERUJI, Jumat (20/10);

Kami,  para Alumni ITB (Institut Teknologi Bandung) menolak keras pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) seolah-olah Alumni ITB mendukung pencabutan Moratorium Reklamasi Jakarta, walaupun Ridwan Djamaludin adalah Ketua IA-ITB tetapi dalam hal yang terkait reklamasi saudara Ridwan Djamaludin adalah bawahannya Menko Kemaritiman LBP sehingga tidak layak nama Alumni ITB dibawa-bawa karena tidak independen dan terdapat conflict of interest.

Untuk itu,  kami para Alumni ITB menegaskan Sikap bahwa Kami Menolak Reklamasi Jakarta dan kami akan selalu bersama rakyat untuk  menolak pencabutan moratorium reklamasi yang dilakukan oleh Menko Bidang Kemaritiman.

Ditanda-tangani oleh lebih 500 alumni ITB, termasuk Muslim Armas, Sri Bintang Pamungkas dan banyak lainnya.

(Arif R)

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Takut Sendirian Jadi Oposisi, Begini Penjelasan Tegas PKS

Menanggapi pergerakan partai-partai yang selama Pilpres 2019 berkoalisi mendukung Prabowo berhadapan dengan Jokowi tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan mereka tidak bergeming dari posisinya yang ingin tetap jadi oposisi. Begini alasannya.

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.