Wiranto berharap masyarakat memberi kesempatan kepada dirinya untuk bersama-sama Panglima TNI, Kapolri, BIN, Pindad, serta semua pihak yang terlibat masalah pengadaan senjata untuk berkoordinasi menyelesaikan kisruh ini.
“Karena ini domain kami, ya. Kemudian nanti hasilnya, saya nanti panggil wartawan, ayo kita bicarakan apa yang sudah kita hasilkan dari koordinasi yang tuntas itu,” katanya.
Wiranto berharap agar semua pihak tidak mengambil spekulasi, bahkan “digoreng” terkait kisruh senjata yang akhir-akhir ini mencuat.
“Ini masalah digoreng lagi. Maka saya nggak berbicara, Panglima TNI juga nggak ngomong. Kapolri juga nggak ngomong. Karena apa, kalau kita ngomong, pasti digoreng lagi,” katanya.
Wiranto menjelaskan jika senjata tidak bisa diproduksi, maka bisa diimpor tapi hal tersebut harus sesuai dengan Undang-undang yang ada.
Namun, Menko Polhukam kembali meminta untuk menghentikan semua spekulasi terkait kisruh senjata tersebut. “Kita sesuaikan tapi tidak perlu dibicarakan di publik. Kita stop. Kita stop dulu,” katanya.
Terkait pembelian senjata untuk Brimob, Wiranto mengatakan di masa lalu polisi punya Brimob yang dilibatkan dalam operasi tempur.
“Bagaimana sekarang, kenyataan itu. Nggak sederhana tapi nanti kita selesaikan. Tapi nggak mengganggu keamanan nasional. Saya jamin,” kata Wiranto. (Arif R/Hrn)

menjamin omongan sendiri saja tidak bisa, gimana mau menjamin keamanan nasional?
makanya mulut dijaga, jangan asal ceplos aja.
sekarang harus kita kuliti tuntas, apa maksud polisi sebenarnya. dan apa maksudnya main bohong-bohongan dari awal.