Pembagian Seragam SMK dan SMA Tak Merata, Komisi E DPRD Protes Keras

SURABAYA – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Daim mengungkapkan kekecewaan dikarenakan dalam pembagian seragam sekolah untuk SMK dan SMA Negeri se Jatim tidak merata. Pasalnya, pihak siswa sekolah swasta se Jatim tidak mendapatkan pembagian seragam sekolah.

”Penyelenggara pendidikan di Indonesia adalah negara, sehingga tak ada lagi pembedaan antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Harus ada perlakuan yang sama,” ungkap pria yang juga politisi asal PAN ini saat ditemui SERUJI di kantornya, Selasa (5/9).

Untuk menghindari ketidak adilan dan ketidak merataanya pembagian seragam tersebut, lanjut Suli Daim, pihaknya meminta Diknas juga melakukan evaluasi agar pemberian baju seragam ini tidak hanya untuk Sekolah Negeri tapi juga swasta.

“Lakukan pemetaan pada anak tidak mampu. Saya juga minta agar seragam gratis ini juga untuk swasta. Sebab di negeri kan ada yang sudah dapat SPP gratis, maka harusnya ya swasta juga bisa dapat gratis,” ungkapnya.

Dengan pemetaan ini, sambung Suli Daim maka akan diketahui siapa yang berhak menerima seragam gratis dan yang dinilai tidak layak menerima seragam gratis.

(Setya/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

Akhirnya, Dahnil Anzar Bergabung di Pemerintahan Jokowi Sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan

Dahnil yang dikenal sangat keras mengkritisi pemerintahan Presiden Jokowi sebelumnya, mengaku baru ia yang ditunjuk Prabowo sebagai staf khusus yang berwenang di bidang Komunikasi publik pada bidang sosial ekonomi dan hubungan antara lembaga.

Begini Tanggapan “Santuy” Anies Baswedan Soal Karikatur “Terendam di Lem Aibon” Tempo

Menanggapi cover majalah Tempo yang sarat kritik tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab dengan "santuy". Berikut tanggapannya.

Istana Tegaskan Mantan Napi Tidak Bisa Jadi Dewan Pengawas KPK

Dengan penjelasan Fadjroel ini, maka terbantah rumor yang beredar bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Antasari Azhar akan dipilih Presiden Jokowi sebagai Dewas KPK.

Setelah Aibon, Ditemukan Anggaran Tinner dan Helm Anak SD Senilai Puluhan Miliar di RAPBD DKI

Disampaikan oleh Irma kejanggalan yang ia temukan tersebut justru setelah Gubernur DKI Jakarta melakukan evaluasi terhadap penganggaran dalam pertemuan dengan SKPD DKI.

TERPOPULER

Akhirnya, Dahnil Anzar Bergabung di Pemerintahan Jokowi Sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan

Dahnil yang dikenal sangat keras mengkritisi pemerintahan Presiden Jokowi sebelumnya, mengaku baru ia yang ditunjuk Prabowo sebagai staf khusus yang berwenang di bidang Komunikasi publik pada bidang sosial ekonomi dan hubungan antara lembaga.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close