Menristekdikti Minta Dosen Harus Tingkatkan Kualitas

BANYUWANGI, SERUJI.CO.ID – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan dosen-dosen dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) harus meningkatkan kualitasnya untuk mengembangkan pendidikan di perguruan tinggi NU.

“Seseorang itu kalau sudah berprofesi sebagai dosen harus berkualitas. Jangan sekadar jadi dosen, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas,” kata Nasir di Institut Agama Islam Darussalam, Desa Karangdoro, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (30/4).

Untuk menjadi dosen, kata Nasir, syarat utamanya jelas pendidikannya. Oleh karena itu, syarat menjadi dosen harus berpendidikan strata dua (S-2), kalau bisa malah strata tiga (S-3).

“Kalau sudah memilih dosen sebagai profesi, harus minimal doktor. Tidak boleh hanya S-2,” tuturnya.

Selain pendidikan, Nasir juga menekankan bahwa dosen untuk melakukan penelitian.

Menurut dia, selama ini dosen biasanya lebih suka mengajar dengan mengesampingkan penelitian.

Setelah pendidikan dan penelitian, dosen juga harus melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui penerapan penelitian-penelitian.

“Dosen harus bisa mengaplikasikan ilmu dan penelitiannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Bila dosen-dosen memiliki kualitas yang baik, katanya lagi, program studi di perguruan tinggi NU akan berkembang dan lulusannya juga akan berkualitas.

Menteri Nasir, membuka bimbingan teknis peningkatan karier dosen NU yang diadakan Direktorat Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Lembaga Perguruan Tinggu Nahdlatul Ulama (LPTNU) di Institut Agama Islam Darussalam, Banyuwangi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close