Kasus Pencabulan Siswa, Sekolah Dinilai Tidak Peka Terhadap Aduan Orang Tua Korban

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kasus pencabulan pada siswa yang terjadi di sekolah swasta di Surabaya, sebenarnya bisa diatasi sejak awal jika pihak sekolah peka terhadap aduan orang tua korban. Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi.

“Pihak sekolah seharusnya peka dengan segala aduan dan keluhan orang tua untuk segera menindak lanjuti agar kasus itu bisa diatasi, bukan menunggu dilaporkan,” kata Martadi saat dikonfirmasi SERUJI, Jumat (23/2).

Diungkapkan oleh Martadi, bawah kasus tersebut sudah terjadi sejak akhir tahun 2017, namun pihak sekolah tidak segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah.

“Setelah ditelusuri lebih jauh maka muncul kasus yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Dewan Pendidikan Surabaya (DPS), kata Martadi telah memberikan rekomendasi kepada pihak terkait. Dintara rekomendasi tersebut adalah pemberian sanksi kepada pihak sekolah yang tidak responsif.

Baca juga: Prihatin Kasus Pencabulan Guru ke Siswa, Berikut Rekomendasi Dewan Pendidikan Surabaya

“Selain memberi sanksi pemberhentian pada pelaku, juga melakukan klarifikasi ke sekolah kenapa tidak responsif atas aduan orang tua dan memberikan sanksi ke sekolah sesuai peraturan yang berlaku,” tukas Martadi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terungkan seorang guru di sebuah sekolah SD swasta di Surabaya yang berinisial, MSH, telah melakukan pencabulan kepada siswanya. Berdasarkan data pengaduan yang masuk ke Polda Jawa Timur, tercatat ada 65 korban. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER