Indonesia dan Belanda Kerjasama Revitalisasi Pendidikan Kejuruan

JAKARTA –  Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Belanda melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains menandatangani tiga naskah kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Salah satu poin yang menjadi sasarannya adalah revitalisasi di bidang pendidikan vokasi dan kebudayaan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berharap melalui kerja sama ini, akan membuka pintu kerja sama yang lebih luas lagi antara kedua negara di bidang pendidikan dan kebudayaan. “Saya optimis kerja sama ini akan membantu kita dalam mencapai tujuan, yaitu merevitalisasi pendidikan vokasi, terutama di bidang pertanian, maritim, pariwisata, dan industri kreatif,” kata Mendikbud dalam sambutannya di Kantor Kemendikbud, Jakarta(13/2/2017).

Kerja sama Pemerintah Indonesia dan Belanda tersebut ditandai dengan penandatanganan TA (Technical Arrangement)/Pengaturan Teknis tentang pemetaan dan analisis kebutuhan pada sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) 2 Subang, Jawa Barat dan SMKN 5 Jember, Jawa Timur sebagai proyek kerja sama revitalisasi pendidikan kejuruan pertanian.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains Belanda, Jet Bussemaker juga menyampaikan pendapatnya terkait kerja sama ini. Menurutnya, ini merupakan awal yang bagus bagi mereka untuk ikut telibat dalam mengembangkan kualitas pelajar di kedua negara.

Selain bidang vokasi, terdapat juga penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman di bidang kebudayaan. Hal ini terjalin guna meningkatkan kolaborasi antara Indonesia-Belanda mengingat keduanya memiliki hubungan masa lalu yang panjang dan keunggulan masing-masing yang bisa saling melengkapi. Kerja sama ini adalah bentuk lanjutan dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani antara Republik Indonesia dan Belanda pada November 2016 lalu tentang Pendidikan dan Kejuruan.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Didik Suhardi; Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad; Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid; Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Sumarna Surapranata; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang), Totok Suprayitno; Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing Ananto Kusuma Seta; Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Revitalisasi Pendidikan Kejuruan dan Keterampilan Waras Kamdi serta pejabat terkait.

EDITOR : Yus Arza

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER