close

Serena Williams Disingkirkan Petenis Jepang di Miami Terbuka

MIAMI, SERUJI.CO.ID – Juara grand slam 23 kali Serena Williams takluk di tangan Juara Indian Wells, Naomi Osaka, dengan skor 6-3 6-2 pada putaran pertama Miami Terbuka, Rabu (21/3), sekaligus menjadi kemenangan besar terakhir bagi petenis Jepang berusia 20 tahun yang baru muncul itu.

Kedua petenis ini saling mengandalkan servis pada set pertama di pertemuan pertama sepanjang karir mereka, sehingga Osaka memaksakan peluang break point pada 3-3 dan kemudian Williams tidak mampu menahan pukulan backhand yang dilepaskan Osaka.

Petenis peringkat 22 dunia itu kembali mematahkan servis Williams setelah pertarungan back-and-forth deuce untuk mengambil set pertama.

Permainan yang luar biasa dan pengembalian tanpa henti dari Osaka bahkan lebih kuat di set kedua. Dia mematahkan serangan Williams untuk unggul 3-1 dan selanjutnya tidak pernah terancam lagi.


Pertandingan berakhir dengan kesalahan yang buruk dari Williams, yang memukul forehand panjang melebar untuk mengirim Osaka ke babak kedua.

Williams yang berusia 36 tahun memainkan pertandingan keempatnya sejak kelahiran anak pertamanya pada bulan September. Ia tampak masih bekerja keras menemukan pola permainannya, meskipun ia juga telah menunjukkan kekuatannya itu untuk bergerak dengan lancar di sekitar lapangan.

Sementara itu, Osaka tampak segar meski telah memainkan tujuh pertandingan di Indian Wells untuk merebut gelar juara pertama sepanjang karirnya pada hari Ahad (18/3).

Beberapa pihak merasa tidak adil bahwa dalam turnamen Miami Terbuka ini Williams, juara delapan kali, harus bertemu Osaka di babak pertama.

“Serena harusnya mendapat perlakuan sebagai unggulan khusus, tetapi WTA juga harus menggunakan peringkat paling baru,” komentator tenis dan mantan petenis nomor satu dunia Lindsay Davenport mengatakan di Tennis Channel.

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tolak PPDB Zonasi Yang Tidak Berkeadilan, KOMPAK Siang Ini Geruduk Grahadi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan orang tua yang tergabung dalam...

Kuasa Hukum Jokowi-KH Ma’ruf Siap Hadapi Saksi Dari Pihak Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma'ruf Amin...

Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019 Akan Digelar Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6) pagi...

Wagub Jabar: PPDB Zonasi Upaya Pemerataan Pendidikan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul...

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Persijap Jepara Target Gelar Laga Uji Coba Maksimal Tiga Kali

JEPARA, SERUJI.CO.ID - Tim Persijap Jepara, Jawa Tengah, menargetkan menggelar...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).