Pasangan besutan PB Djarum Kudus itu menyebutkan kunci kemenangan mereka adalah dengan tidak mengendurkan fokus sepanjang pertandingan untuk mengumpulkan satu demi satu poin hingga pertandingan benar-benar selesai.
“Kami juga memperbanyak komunikasi di lapangan. Saling memotivasi diri sendiri dan rekan,” ucap Praveen.
Selain itu, mereka mengaku mendapat banyak pelajaran dalam turnamen-turnamen yang mereka ikuti sebelumnya, terutama Australia Terbuka 2017 di mana mereka menjadi finalisnya.
“Kami juga belajar dari pertandingan di Australia Open kemarin. Di mana kami sudah bisa sampai final, tapi justru melakukan kesalahan di partai puncak. Itu yang kami ingat terus, tapi juga tidak menjadi tekanan buat kami,” ujar Debby.
Dalam Korea Terbuka 2017, selain gelar juara dari Praveen/Debby, Indonesia dipastikan akan membawa pulang satu gelar juara lagi dari “perang saudara” yang terjadi di sektor tunggal putra. Dimana Jonatan Christie akan berhadapan dengan kompatriotnya Anthony Sinisuka Ginting.
Selain itu, Indonesia juga berpeluang membawa pulang gelar ganda putra Korea Terbuka 2017 di mana pasangan terbaik Indonesia saat ini Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo akan berhadapan dengan salah satu rival terberatnya asal Denmark yang sekaligus pasangan putra terbaik dunia saat ini, Mathias Boe/Carsten Mogensen.
Marcus/Kevin diketahui baru satu kali memperoleh kemenangan atas duet Denmark dari empat pertemuan kedua pasangan. (Ant/SU02)
