Ndiaye Pesepak Bola Mahir Tiga Bahasa

0
97
Makan Konate dan Mahamadou Ndiaye
Makan Konate dan Mahamadou Ndiaye saat jalani sesi latihan perdana di Sriwijaya PC, Jumat (8/12/2017). (Foto: Dok. Sriwijaya FC)

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Sriwijaya FC pada musim ini memboyong pemain berkualitas “duo Mali” Makan Konate (27) dan Mohamadou Ndiaye (27) untuk memenuhi ambisi kembali ke jalur juara pada musim mendatang.

Kehadiran dua pemain ini mendapatkan sambutan hangat dari fans setia, apalagi Kanote sempat merumput bersama Persib Bandung pada musim kompetisi 2014 yang kala itu telah memikat pencinta sepak bola Tanah Air.

Berbeda dengan Konate, Ndiaye lebih terlihat kalem saat latihan perdana, Jumat (8/12). Saat Konate bercerita panjang lebar ke awak media perihal keputusannya memperkuat Sriwijaya FC menggunakan bahasa Indonesia yang bisa dikatakan cukup lancar, Ndiaye justru mencari cara untuk menghindar.

Bahkan, salah seorang ofisial tim buru-buru membawanya ke ruang ganti. Alasannya sangat sederhana karena Ndiaye diketahui tidak bisa berbahasa Inggris.

Pertanyaan pun muncul. Bagaimana mungkin seorang pemain profesional yang katanya merumput di Eropa sejak usia belia tapi tidak bisa berbahasa Inggris. Usut punya usut, rupanya Ndiaye merambah negara-negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris.

Pada usia 16 tahun, ia sudah meninggalkan kota kelahirannya Bamako, Mali untuk menjajal kompetisi di Maroko. (Maroko merupakan salah satu wakil Asia berlaga di Piala Dunia 2018). Di sana selama empat tahun, membuat Ndiaye pandai berbahasa Arab.

Lalu setelah meninggalkan Klub Wydad Casablanca asal Maroko pada 2010, Ndiaye mengepakkan sayapnya ke Portugal dengan memilih Victoria SC. Selama tiga tahun di sana, membuatnya piawai berbahasa Portugal.

Kemudian, kehidupan sebagai pesepak bola pun membawanya ke Prancis dengan memperkuat ke klub Liga 2 yakni Troyes. Tiga tahun bersama klub membuatnya mahir berbahasa Prancis dan sekaligus membawa klub ini terpromosi ke Liga 1 Prancis.

Lantas, bagaimanakah kiranya ketika Ndiaye bermain di Indonesia, yakni negara pertama tempatnya hijrah bermain di Asia. “Saya akan belajar juga Bahasa Indonesia,” kata Ndiaye melalui rekannya Konate, yang diwawancarai di suatu kesempatan.

Agen Worldfood Agency, Doucoure Mahamadou mengatakan Ndiaye merupakan sosok pemain yang cerdas dan sekaligus dewasa karena sudah ditempa untuk hidup mandiri sejak usia belasan.

“Sriwijaya sangat beruntung mendapatkannya. Bukan karena skill-nya saja yang di atas rata-rata tapi secara personal juga sangat baik orangnya. Dia juga sangat religius,” ujar agennya.

Bahasa merupakan media paling efektif untuk berkomunikasi, namun dalam sepak bola, penyampaian ini tidak mesti dengan kata-kata karena ketika di lapangan sejatinya setiap pemain sudah paham dengan peran dan fungsinya masing-masing.

Namun, pencinta sepak bola juga tidak perlu heran karena tidak sedikit pemain asing yang merumput di Tanah Air sangat lancar ketika berbahasa Indonesia, seperti Christian Gonzales, Alberto Goncalves, Hilton Moreira, dan satu lagi Pelatih Barito Putera Jacksen F Thiago.

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengatakan bahwa bahasa sejauh ini tidak menjadi kendalanya dalam berkomunikasi dengan Ndiaye ketika latihan karena ada Makan Kanote yang sudah lancar berbahasa Indonesia. Pemain ini sempat bersama Maung Bandung selama satu musim.

“Iya memang dia tidak bisa bahasa Inggris, jadi agak susah sedikit. Tapi saya bisa minta tolong ke Kanote menjelaskan. Sejauh ini lancar-lancar saja, dan pada dasarnya dia anak yang cerdas. Saya yakin tak berapa lama lagi bisa bahasa Indonesia,” kata dia.

Umumnya, pada tahun pertama memperkuat tim, para pemain asing ini sudah bisa lancar berbahasa Indonesia. (Ant/SU04)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Tips Makan Sehat Puasa

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. SERUJI.CO.ID - "Puasalah agar kamu sehat", demikian salah satu hadis Rasulullah berkaitan dengan manfaat puasa bagi yang...

DPR Anggap Polisi Lakukan Pelecehan Karena Jadikan Alquran Sebagai Bukti Terorisme

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid menganggap kepolisian telah melakukan pelecehan pada ummat Islam karena tindakan menjadikan Alquran sebagai barang...

Pertamina TBBM Sei Siak kembali Resmikan Program CSR untuk Masyarakat Tanjung RHU dan Pesisir

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - PT Pertamina (Persero) Terminal Pengisian Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sungai Siak meresmikan program Corporate Social Responsibility (CSR) pemberdayaan masyarakat di kelurahan...

Tebarkan Semangat Kebaikan, Bahagia Bersama Yatim PKPU HI Mulai Bergulir

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Di hari kedua Ramadhan PKPU Human initiative Kaltim menyalurkan program Bahagia Bersama Yatim berupa paket bingkisan, Sebar Al-Quran dan Buka Puasa...

Bupati Malinau Hadiri Panen Padi Perdana PT. MA dan PT. BDMS

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau DR. Yansen TP menghadiri panen padi perdana di lahan pertanian yang dioleh PT. Mitrabara Adiperdana (MA) dan PT. Bara...