Senegal Tersingkir Menyakitkan di Piala Dunia


RUSIA, SERUJI.CO.ID –  Tersingkirnya Senegal secara dramatis dari Piala Dunia disambut dengan kepedihan hati di ibukota Dakar pada Kamis (28/6), setelah tim itu kalah dari Kolombia sekaligus memutus harapan tim Afrika itu.

Senegal, yang dijuluki “The Lions”, kalah 1-0 dari lawan mereka tim asal Amerika Selatan, meskipun Senegal menjadi tim yang lebih baik di babak pertama dan mendapat kesempatan emas melalui penalti namun disia-siakan. Senegal gagal menjadi runner up grup setelah disingkirkan Jepang karena memiliki catatan jumlah kartu kuning yang lebih banyak.

Tabuhan drum tidak pernah berhenti berdentum setelah ratusan fans dengan penuh harap berkumpul di sore yang lembab untuk menyaksikan pertandingan tersebut di alun-alun yang dikelilingi pohon palem di Dakar. Para penggemar yang menggunakan “Vuvuzela” itu memanjat pohon, dinding dan bangunan lainnya untuk menyaksikan tayangan pertandingan melalui layar lebar.

Setelah tim mereka kebobolan gol dan kemudian menyia-nyiakan peluang emas di menit-menit terakhir, suasana karnaval langsung senyap di jalan-jalan dan akhirnya memicu frustrasi yang telah terbangun sejak Senegal bermain imbang dengan Jepang, meskipun dua kali mereka sempat memimpin pertandingan.

“Kami tidak memanfaatkan peluang kami. Masalahnya adalah dengan pelatih. Saya tidak tahu mengapa, tetapi para wasit tidak menyukai tim-tim Afrika,” kata Elly Sy, seorang pendukung dengan bendera Senegal yang terlukis di kedua pipinya.

Senegal mengikuti Mesir, Tunisia, Maroko dan Nigeria semua gagal melaju ke babak berikutnya di Piala Dunia Rusia, yang berarti tidak ada tim Afrika yang mencapai putaran kedua untuk pertama kalinya sejak putaran final 1982 di Spanyol.

Penampilan yang buruk tidak diragukan lagi akan memicu perdebatan mengapa tim-tim Afrika gagal tampil. Tapi sebelum itu, ada kekecewaan yang lebih sederhana.

Kerumunan orang di Dakar menipis dengan cepat setelah pertandingan, meninggalkan beberapa tangis di alun-alun yang dipenuhi sampah. Kondisi itu sangat kontras dengan perayaan gaduh ketika Senegal mengalahkan bekas penjajahnya, Prancis, pada final Piala Dunia 2002, yang mendorong Presiden Abdoulaye Wade untuk ikut berkonvoi di ibukota yang padat dalam iring-iringan mobil terbuka.

Namun, penggemar yang kecewa mengambil beberapa hal positif dari penampilan tim negara mereka di Rusia, terutama kemenangan pertandingan pertama mereka atas Polandia. Tim mereka melakukan apa yang mereka bisa, kata banyak orang.

“Saya merasa bangga bahwa kami adalah tim Afrika terakhir di turnamen,” kata Mustapha Thiam, seorang pedagang berusia 28 tahun setelah menyaksikan jalannya pertandingan. “Senegal bukan tim yang bisa dipandang remeh lagi.” (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Islamophobia?

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Masa Bakti Dewan Pendidikan 2014-2019 Berakhir, Pemkot Surabaya Buka Rekrutmen

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo mengatakan bahwa proses rekrutmen akan dimulai dengan pendafatran yang dilakukan secara daring (online) mulai hari ini, Selasa (18/2) hingga Jumat (28/2) mendatang.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

TERPOPULER

close