Pelatih Argentina Desak Penggemar Tidak Salahkan Messi

RUSIA, SERUJI.CO.ID –  Pelatih timnas Argentina pada Rabu (20/6) mendesak para penggemar untuk berhenti menyalahkan Lionel Messi ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana, dan meminta mengapresiasi semua yang telah dilakukan sang kapten untuk tim nasional selama bertahun-tahun.

Messi begitu marah dengan dirinya sendiri karena gagal mencetak gol melalui penalti pada pertandingan pembukaan tim Amerika Selatan itu melawan Islandia, yang berakhir dengan skor imbang 1-1 pada turnamen yang berpeluang besar menjadi kesempatan terakhirnya untuk meniru kesuksesan Diego Maradona menjuarai Piala Dunia untuk Argentina.

“Messi tidak dapat menjadi satu-satunya orang yang disalahkan. Ketika ia mencetak gol, seluruh Argentina merayakannya, maka ketika ia gagal, kami tidak dapat menyalahkan dia sendirian. Itu merupakan cara berpikir yang terlalu mudah,” kata Sampaoli pada malam menjelang pertandingan mereka selanjutnya di Grup D melawan Kroasia.

“Saya katakan kepada dia, “Ini adalah Piala Dunia untuk 40 juta (warga Argentina). Anda melakukan kesalahan, saya melakukan kesalahan, kami semua melakukan kesalahan.Tim akan bersama ketika beberapa hal berjalan dengan baik dan ketika beberapa hal tidak berjalan lancar.”

Berada di bawah tekanan setelah menjalani setahun yang tidak memuaskan saat mengarsiteki Argentina meski memiliki setumpuk talenta nomor satu, Sampaoli dibombardir dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai keputusan kontroversialnya menggunakan tiga bek tengah.

Ia menegaskan bahwa hal itu memberinya fleksibilitas untuk beradaptasi dengan lawan-lawan yang berbeda, namun ia mengakui bahwa Argentina perlu lebih lentur pada permainan mereka.

Lawan mereka berikutnya Kroasia menang mudah 2-0 atas Nigeria pada pertandingan pertama mereka, untuk meletakkan mereka di posisi teratas untuk lolos ke putaran berikutnya.

“Ini akan sulit. Kroasia memiliki generasi pemain yang luar biasa, yang mampu meraih kemenangan,” kata Sampaoli.

Ketika banyak pihak beranggapan bahwa Argentina sangat tergantung kepada bintangnya itu, yang akan berusia 31 tahun pada akhir pekan ini dan mungkin akan tampil di Piala Dunia untuk terakhir kalinya, Sampaoli mengatakan untungnya obsesi terhadap Messi juga mengganggu kubu lawan.

“Ketika ia memiliki dua atau tiga pemain yang berusaha memblok dia, di tempat lain di lapangan seorang rekan setimnya bebas, itulah yang terjadi saat melawan Islandia. Kami dapat mengambil keuntungan dari hal itu,” ucapnya.

Sampaoli juga meminta publik Argentina berhenti berdebat mengenai apakah Messi lebih baik atau lebih buruk daripada Maradona, yang menjuarai Piala Dunia 1986, dan mengapresiasi kontribusi kedua orang itu terhadap sejarah olahraga negara mereka.

“Mereka berbeda. Konteks mereka berbeda,” ucapnya, meminta para penggemar untuk melihat catatan keseluruhan Messi, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina.

“Dengan Leo, Argentina hanya kalah tiga atau empat kali. Ia adalah pahlawan nasional, sebagaimana Diego. Semua orang Argentina memiliki nomor sepuluh Messi dan nomor sepuluh Maradona, itu tidak ternilai.” (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi