Hadapi Nigeria, Islandia Berusaha Atasi Cuaca Panas Rusia


RUSIA, SERUJI.CO.ID –  Islandia akan mencoba untuk tidak terpengaruh oleh suhu udara yang panas di Volgograd ketika mereka menghadapi Nigeria pada pertandingan kedua Piala Dunia mereka, Jumat (22/6), setelah secara mengesankan mampu menahan imbang juara dunia dua kali Argentina di akhir pekan.

Tim debutan Piala Dunia Islandia memimpikan melaju ke babak sistem gugur dan menulis sejarah baru dalam salah satu kisah sepak bola internasional mereka yang paling luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam perjalanan mewujudkan impian mereka tidak hanya Nigeria, yang putus asa untuk menang setelah kalah dalam pertandingan pembukaan 2-0 melawan Kroasia, tetapi mereka juga dihadapkan tantangan untuk mengatasi suhu udara yang terasa membakar di kota selatan Rusia itu.

Ramalan cuaca memprediksi suhu udara 32 derajat Celcius (90 derajat Fahrenhiet) pada waktu kick-off Jumat (22/6), 10 derajat lebih panas daripada saat Islandia meraih hasil imbang 1-1 dengan Argentina.

“Tentu saja kami sudah membicarakannya,” kata asisten pelatih Helge Kolvidsson kepada wartawan pada Rabu di kamp pelatihan mereka di Gelendzhik sebelum Islandia melakukan perjalanan ke Volgograd.

“Kami punya dokter dan kami berusaha mempersiapkan sebaik yang kami bisa, jika itu akan membantu dengan vitamin atau hal semacam itu, tapi masalah itu akan sama untuk kedua tim,” ungkapnya.

Islandia, yang menampilkan banyak pemain yang berbasis di klub-klub negara-negara Eropa utara, memilih sebuah resor dekat Sochi, di pantai Laut Hitam Rusia yang panas, untuk membantu aklimatisasi pemain mereka.

Kolvidsson mengatakan, para pemain sangat memperhatikan pengalaman panjang Nigeria di pentas sepak bola dunia.

“Mereka sudah berada di putaran final Piala Dunia lima kali, tiga kali mereka melaju ke babak berikutnya. Kami di sini untuk pertama kalinya,” katanya.

Keraguan Gudmundsson Sementara itu sebuah pukulan potensial bagi Islandia ketika pemain sayap Johann Berg Gudmundsson yang merupakan pusat dari permainan serangan balik tim yang cepat  diragukan bisa tampil setelah mengalami cedera di pertandingan lawan Argentina.

Pengatur serangan Gylfi Sigurdsson, yang pulih dari cedera tepat pada waktunya untuk Piala Dunia, bermain 90 menit melawan tim Amerika Selatan, meningkatkan harapan dia akan tetap fit untuk menghadapi Nigeria.

Sementara hasil imbang untuk Islandia akan menjaga harapan melaju ke putaran berikutnya tetap hidup. Sementara Nigeria, yang berada di posisi terbawah Grup D, berada di bawah tekanan besar untuk mendapatkan semua tiga poin dengan manajer Gernot Rohr menargetkan timnya harus menang.

Striker Odion Ighalo berjanji Nigeria akan berada di depan setelah mengelola hanya dua peluang pada target saat melawan Kroasia.

“Pertandingan menghadapi Islandia akan berbeda dari saat melawan Kroasia,” kata Ighalo kepada situs web FIFA.

“Kami ingin lebih menyerang dalam permainan itu dan kami ingin menciptakan peluang karena hanya dengan peluang itulah Anda mencetak gol,” tambahnya.

Sejauh ini, hanya satu tim dari Afrika yang menang di Piala Dunia Rusia Senegal yang mengalahkan Polandia 2-1 menambah tekanan pada Nigeria. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close