Froth alias Buih

0
18

Pamulang, Seruji.com– Buih? Terombang-ambing, bergerak ke mana pun ombak menyeretnya. Buih? Tak punya kemampuan untuk menentukan sendiri di mana dia akan beristirahat, sekalipun barang sejenak.

Buih? Menyerahkan nasib sepenuhnya kepada ombak yang menggulung. Buih? Tak punya kekuatan untuk bertahan di tempatnya berada. Sekuat apa pun kemauan dan usaha yang ia kerahkan, sebanyak apa pun mereka berkumpul untuk menyatukan kekuatan, mereka tetap terusir dari kampung halaman. Mereka tidak pernah dan tidak akan solid. Buih representasi kelemahan.

Adalah WAHN, penyakit kronis yg menjadikan kaum muslimin lemah seperti buih di lautan, sbagaimana dinubuatkan Rasulullah 14 abad silam.

Tengoklah kisah Thalhah bin Ubaidillah, contoh konkret orang yang jauh dari penyakit cinta dunia, takut mati.

Suatu hari sepulang dari berdagang di Hadhramaut, beliau mendapat untung sangat besar: 700.000 dirham. Lucunya, keuntungan besar ini malah membuatnya gelisah. Takut hartanya dirampok? Tidak. Takut dipungut zakatnya? Tidak. Ia justru takut karena harta itu masih menumpuk di rumahnya sedang fakir miskin dan dhuafa masih banyak didapati dari kalangan Muhajirin dan Anshor. Atas saran istrinya yg shalehah, uang2 itu dimasukkan ke dalam pundi2 untuk diserahkan semua kepada fakir miskin keesokan harinya. Di mana letak cinta dunianya?

Beliau juga tidak takut mati.

Dalam Perang Uhud, barisan kaum Muslimin terpecah-belah dan kocar-kacir di sisi Rasulullah. Yang tersisa di dekat beliau hanya 11 orang Anshar dan Thalhah dari Muhajirin. Ketika hendak naik ke atas bukit, Rasulullah dan para pendukungnya dihadang pasukan musyrikin. Satu per satu sahabat Rasulullah dari kalangan Anshar menghadapi mereka, tapi kesemuanya syahid. Thalhah yg mendapat kesempatan terakhir berhasil menghalau musuh walau harus mengalami luka2 yg sangat parah: Tak kurang dari 79 luka bekas tebasan pedang, tusukan lembing, dan lemparan panah memenuhi tubuhnya. Pergelangan tangannya putus sebelah. Para sahabat lain yg menemukannya mengira Thalhah telah gugur, tapi masih hidup sehingga beliau dijuluki Asy-Syaahidul Hayy, atau syahid yang hidup.

Bisakah kita mewarisi ketangguhan dan kewibawaan diri Rasulullah dan para sahabatnya di hadapan musuh2 mereka? Bisakah kita berpendirian seperti Rasulullah dan para sahabatnya untuk menentukan cara hidup sendiri yang Islami? Ataukah kita lebih suka mengikuti umat2 lain ke mana pun mereka menuntun kita, ke lubang biawak sekalipun? (Kusnandar/Pamulang)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

hm prasetyo

Jaksa Agung: Tersangka Korupsi Tidak Bisa Berbohong Karena Alasan Sakit

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jaksa Agung HM Prasetyo mengingatkan para tersangka atau terdakwa korupsi tidak bisa lagi membohongi pemeriksaan karena sakit mengingat akan dicek oleh...

Setelah Dipasang Ring Jantung, Dokter Pastikan Setya Novanto Bisa Diperiksa KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Dokter, yang menangani tersangka Setya Novanto di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, memperkirakan Ketua DPR tersebut bisa diperiksa Komisi Pemberantasan...
PCC

Pabrik Yang Digerebek Polisi Ini Produksi Ratusan Ribu Pil PCC per Malam

PURWOKERTO, SERUJI.CO.ID - Pabrik Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mampu menghasilkan ratusan ribu butir PCC dalam semalam, kata Wakil...
Sidharto Danusubroto

Sikapi Nobar Film G30S/PKI, Wantimpres: Prioritaskan Pembangunan Ketimbang Ribut Soal PKI

JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidharto Danusubroto mengingatkan masyarakat Indonesia untuk dapat memprioritaskan pembangunan nasional bersama daripada meributkan masalah terkait G30S/PKI. "Ada film ini,...
PCC

Flash: Bareskrim Menggerebek Ruko Yang Berfungsi Sebagai Pabrik PCC

PURWOKERTO, SERUJI.CO.ID - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengungkap keberadaan sebuah pabrik yang memproduksi pil PCC (Paracetamol Caffeine Carisoprodol)...
gatot nurmatyo

Panglima TNI: Pemutaran Film G30S/PKI Penting untuk Generasi Muda

KARANGANYAR - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan pemutaran film Gerakan 30 September (G30S) Partai Komunis Indonesia (PKI) bertujuan agar diketahui oleh generasi...