Pemuda Muhammadiyah: Stop Stigmanisasi Radikal dan Anti Toleransi

0
72

GRESIK – Adanya fenomena dimana toleransi lebih sering dipertontonkan sebagai komoditas isu atau menjadi jualan di media, ketimbang diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa, membuat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak prihatin.

Hal tersebut diungkapkan Dahnil kepada SERUJI selepas Apel Akhbar Nasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) di Stadion Tri Dharma – Petrokimia Gresik, Gresik, pada Ahad (7/5) siang.

“Saya prihatin melihat kecenderungan perdebatan dan stigmatisasi soal radikalisme, anti toleransi, dan anti NKRI. Isu toleransi belakangan meningkat intensitasnya di media, terutama paska dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Ahok,” kata Dahnil.

Menurut Dahnil, tidak ada alasan untuk menuding warga Muslim yang tidak memilih Ahok sebagai anti toleransi.

“Dan saya juga menilai statemen Ahok yang menganggap masyarakat yang memilih atas dasar agama sebagai tidak konstitusional adalah menyesatkan.” kata Dahnil.

Sebagai bagian dari ke-Indonesiaan yang majemuk, menurut Dahnil, umat Islam sudah membuktikan kualitas toleransinya dalam merawat perbedaan. Orang Indonesia secara genetik itu toleran. Hanya saja banyak stigma buruk yang justru membuat masyarakat resah.

“Toleransi itu sudah menjadi DNA kita, jadi tidak perlu diperdebatkan. Toleransi jangan hanya menjadi jargon, tetapi harus diaktualisasikan secara nyata dalam kehidupan berbangsa,” ucap Dahnil.

“Namun, sekarang banyak stigma bahwa orang Indonesia, khususnya umat Islam sebagai orang radikalis dan anti toleransi. Stigma-stigma yang tidak menggembirakan tersebut bagi kami justru malah akan melahirkan orang-orang radikalis dan anti toleransi yang sesungguhnya.”

Melalui apel kebangsaan ini, Dahnil ingin mengingatkan stop stigmatisasi anti toleransi, stop stigmatisasi radikalis terhadap kelompok yang lain.

“Mari kita gembirakan. Mari kita tumbuhkan toleransi yang otentik, bukan toleransi yang pura-pura. Kami ingin ingatkan juga stop memperdagangkan toleransi, karena itu menimbulkan suasana yang tidak sehat,” papar Dahnil.

Dahnil tidak menafikan kalau ada kelompok kecil yang melakukan tindakan radikal. Menurutnya, semua bisa diatasi dengan penegakan hukum. Namun, ia menganggap justru saat ini yang tidak bekerja dengan baik adalah penegakan hukum.

“Akar utama radikalisme dan anti toleransi itu sebenarnya akibat tidak hadirnya keadilan. Kalau penegak hukum berlaku adil, maka radikalisme, anti toleransi, anti NKRI akan terkubur,” jelas Dahnil.

Ia berpesan bahwa negara punya kewajiban untuk menghadirkan keadilan.

“Negara fardhu ‘ain menghadirkan keadilan. Jangan sampai ketika sudah menjadi tindakan yang mengancam NKRI tapi malah tidak ada penegakan hukum, Tidak ada satupun Negara di dunia ini yang hancur gara-gara perbedaan ideologi, melainkan Negara bubar gara-gara tidak ada keadilan,” kata Dahnil.

 

Repoter & Foto: Iwan Y
EDITOR: Harun S

Komentar

BACA JUGA
Jiwa Seni Puti Guntur

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi)...
Relawan Gus Ipul

60 Kelompok Relawan Siap Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 60 kelompok relawan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur siap memenangkan paslon tersebut di kontestasi Pilgub 2018. Para...
Mediator kesehatan

Mediator Kesehatan Diharapkan Mampu Memediasi Perselisihan di Bidang Kesehatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Jimly School of Law and Goverment berupaya mengembangkan profesi mediator kesehatan. "Ini dinilai penting sebagai upaya...
buku Boko Haram

Bedah Buku Boko Haram: Indonesia Harus Belajar Pengalaman Nigeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of...
persiba

Persiba Gagal Bendung Ketangguhan Sriwijaya FC

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Tuan rumah Persiba Balikpapan gagal membendung ketangguhan Sriwijaya FC dan menyerah 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kalimantan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...