Pemuda Muhammadiyah: Stop Stigmanisasi Radikal dan Anti Toleransi

0
125

GRESIK – Adanya fenomena dimana toleransi lebih sering dipertontonkan sebagai komoditas isu atau menjadi jualan di media, ketimbang diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa, membuat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak prihatin.

Hal tersebut diungkapkan Dahnil kepada SERUJI selepas Apel Akhbar Nasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) di Stadion Tri Dharma – Petrokimia Gresik, Gresik, pada Ahad (7/5) siang.

“Saya prihatin melihat kecenderungan perdebatan dan stigmatisasi soal radikalisme, anti toleransi, dan anti NKRI. Isu toleransi belakangan meningkat intensitasnya di media, terutama paska dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Ahok,” kata Dahnil.

Menurut Dahnil, tidak ada alasan untuk menuding warga Muslim yang tidak memilih Ahok sebagai anti toleransi.

“Dan saya juga menilai statemen Ahok yang menganggap masyarakat yang memilih atas dasar agama sebagai tidak konstitusional adalah menyesatkan.” kata Dahnil.

Sebagai bagian dari ke-Indonesiaan yang majemuk, menurut Dahnil, umat Islam sudah membuktikan kualitas toleransinya dalam merawat perbedaan. Orang Indonesia secara genetik itu toleran. Hanya saja banyak stigma buruk yang justru membuat masyarakat resah.

“Toleransi itu sudah menjadi DNA kita, jadi tidak perlu diperdebatkan. Toleransi jangan hanya menjadi jargon, tetapi harus diaktualisasikan secara nyata dalam kehidupan berbangsa,” ucap Dahnil.

“Namun, sekarang banyak stigma bahwa orang Indonesia, khususnya umat Islam sebagai orang radikalis dan anti toleransi. Stigma-stigma yang tidak menggembirakan tersebut bagi kami justru malah akan melahirkan orang-orang radikalis dan anti toleransi yang sesungguhnya.”

Melalui apel kebangsaan ini, Dahnil ingin mengingatkan stop stigmatisasi anti toleransi, stop stigmatisasi radikalis terhadap kelompok yang lain.

“Mari kita gembirakan. Mari kita tumbuhkan toleransi yang otentik, bukan toleransi yang pura-pura. Kami ingin ingatkan juga stop memperdagangkan toleransi, karena itu menimbulkan suasana yang tidak sehat,” papar Dahnil.

Dahnil tidak menafikan kalau ada kelompok kecil yang melakukan tindakan radikal. Menurutnya, semua bisa diatasi dengan penegakan hukum. Namun, ia menganggap justru saat ini yang tidak bekerja dengan baik adalah penegakan hukum.

“Akar utama radikalisme dan anti toleransi itu sebenarnya akibat tidak hadirnya keadilan. Kalau penegak hukum berlaku adil, maka radikalisme, anti toleransi, anti NKRI akan terkubur,” jelas Dahnil.

Ia berpesan bahwa negara punya kewajiban untuk menghadirkan keadilan.

“Negara fardhu ‘ain menghadirkan keadilan. Jangan sampai ketika sudah menjadi tindakan yang mengancam NKRI tapi malah tidak ada penegakan hukum, Tidak ada satupun Negara di dunia ini yang hancur gara-gara perbedaan ideologi, melainkan Negara bubar gara-gara tidak ada keadilan,” kata Dahnil.

 

Repoter & Foto: Iwan Y
EDITOR: Harun S

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
traffic

Beijing Akan Terapkan Aturan Pembatasan Kendaraan Bermotor

BEIJING, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Beijing mengeluarkan kebijakan baru untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota China itu guna memperlancar arus lalu lintas di...

Dua Gol Kane Taklukkan Tunisia 2-1

VOLGOGARD, SERUJI.CO.ID - Gol tandukan kepala menjelang pertandingan usai dari dua gol Harry Kane membawa Inggris menang 2-1 atas Tunisia pada pertandingan pembukaan Grup G...

Dikalahkan Swedia, Son Heung-min Salahkan Dirinya Sendiri

NIZHNY NOVGOROD, SERUJI.CO.ID -Penyerang Son Heung-min menyalahkan dirinya sebagai penyebab kekalahan 1-0 Korea Selatan (Korsel) oleh Swedia dalam pertandingan pembuka Piala Dunia mereka pada...

Kekalahan Jerman, Peringatan Spanyol untuk Hadapi Iran

KAZAN, SERUJI.CO.ID - Spanyol memulai pertandingan pembuka Piala Dunia yang sulit melawan Portugal dengan pola permainan yang mengesankan setelah diterpa masalah pemecatan pelatih Julen Lopetegui...

Belgia Taklukkan Panama 3-0

SOCHI, SERUJI.CO.ID - Kreatifitas dan kekuatan Belgia terbukti terlalu kuat bagi debutan Piala Dunia Panama, ketika favorit Grup G itu mengatasi aksi heroik kiper Jaime...