LazisMU Kampanye Kurban untuk Masyarakat Perbatasan di acara Car Free Day

0
21
  • 2
    Shares
LazisMU kampanye "Kurban untuk Perbatasan" di acara Car Free Day, Jakarta, Ahad (12/8/2018). (foto:LazisMU)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lembaga Amil Zakat Nasional dalam hal ini LazisMU menggelar aksi kampanye ajakan berkurban di kawasan Car Free Day, Jakarta, Ahad (12/8). Aksi berlangsung mulai dari jalan utama Thamrin sampai dengan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

LazisMU menggandeng RSIJ Pondok Kopi, Jakarta dan mahasiswa Uhamka Jakarta, dalam kegiatan yang menyampaikan kepada masyarakat khususnya kaum muslimin bahwa perintah berkurban bagi yang mampu tidak berhenti ketika menyembelih.

“Soal distribusi kepada yang berhak menerima juga penting disuarakan, terutama agar tepat sasaran. Persoalan penyaluran kurban yang tidak merata dapat diberikan solusi dengan menawarkan program kurban bersama untuk sesama di daerah perbatasan,” kata Koordinator Kurban di Perbatasan Indonesia, Falhan Nian Akbar lewat keterangan tertulisnya yang diterima SERUJI, Ahad (12/8).

Loading...

Farhan menjelaskan, tahun ini Lazismu mengangkat tema dengan tajuk Kurban di Perbatasan Indonesia, karena masih banyak masyarakat di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) yang belum merasakan daging segar kurban.

LazisMU kampanye “Kurban untuk Perbatasan” di acara Car Free Day, Jakarta, Ahad (12/8/2018). (foto:LazisMU)

“Di kawasan inilah Lazismu memberikan perhatian. Di samping itu, kawasan kumuh, padat dan kantong-kantong kemiskinan baik di kota maupun di pedesaan juga tidak dilupakan,” jelasnya.

Untuk penyaluran daging kurban, lanjut Farhan, LazisMU akan memberdayakan da’i di pedalaman dan pesantren terpencil.

Dalam kampanye kurban hari ini, Lazismu juga menggelar Layanan Kesehatan Keliling melalui program Indonesia Mobile Clinic. Posko kesehatan ini lokasinya di depan kantor Bawaslu.

Sementara itu, Koordinator Kurban Nasional Lazismu, Edi Mukti, mengatakan tahun ini menargetkan 246.973 pekurban yang akan mengamanahkan kurbannya melalui jaringan Lazismu secara nasional.

“Jika dirupiahkan total nilai ekonomi kurbannya sebesar Rp665.133.480.000,” ujarnya.

Tahun 2017, kata Edy, jumlah pekurban yang terhimpun 205.811, dengan nilai ekonomi kurban sebesar Rp 502.343.000.000.

“Ada target peningkatan dengan asumsi kenaikkan sebesar 20 persen dari tahun sebelumnya, atau sebesar Rp 162.790480.000,” katanya.

Lazismu juga membuka program kurban untuk kawasan bencana khususnya bencana alam gempa bumi yang terjadi di Lombok, NTB. Saat ini, Lazismu bekerjasama dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Indonesia yang sedang melaksanakan masa tanggap darurat untuk satu bulan ke depan. (Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU