Irwan Prayitno: Jika Jiwa Berkuban Jadi Jatidiri, Kesejahteraan Masyarakat Mudah Dicapai

PADANG – Seandainya setiap keluarga yang mampu melakukan kurban dalam setiap Idul Adha di Sumatera Barat (Sumbar), maka semua masyarakat akan dapat menikmati rasa indahnya saling berbagi dan tentu tingkat kemiskinan akan dapat berkurang di daerah ini.

Hal ini disampaikan Gumbar Prof Irwan Prayitno dalam sambutannya pada penyelenggaraan sholat Idul Adha 1438H di halaman kantor Gubernur, Jum’at (1/9).

“Idul Adha merupakan sebuah pelajaran dari sosok Nabi Ibrahim yang tulus dan iklas dalam beribadah kepada Allah SWT, dengan melakukan kurban untuk berbagi sebagai upaya menjadi umat yang pandai bersyukur,” ujar Irwan.

Lebih jauh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan semangat Idul Adha, juga mengisyaratkan prilaku saling peduli dan membantu yang kekurangan.

“Oleh karena itu mari kita latih dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari jiwa berkurban menjadi jati diri, untuk Indonesia yang lebih baik, khususnya untuk mewujudkan Sumatera Barat yang maju, madani dan sejahtera,” himbaunya.

1 KOMENTAR

  1. Kebijakan dan kebijaksanaan seorang pemimpin selalu dapat dinilai dari sikapnya untuk kesejahteraan rakyat. Sekarang ini banyak kita dengar dan lihat, para pemimpin yang bicara-nya saja pun sudah tidak menghargai rakyat. apalagi kalau sudah dalam bentuk tindakan yang merugikan rakyat, apapun alasannya. apakah untuk / demi pembangunan lantas melakukan penggusuran pemukiman rakyat miskin, kebijakan impor yang mematikan usaha rakyat miskin, membangun fasilitas mewah untuk melayani segelintir orang, dsb.

    Begitupun, masih banyak juga yang tertipu oleh pemimpin seperti itu. AYo tingkatkan IQ dengan banyak membaca seruji.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.