Disampaikan juga oleh Gus Lutfi bahwa mayoritas umat Islam saat ini menilai, bahwa PPP adalah Partai Semangka.
“Kulitnya Hijau, tapi isinya Merah. Logonya bergambar Ka’bah namun kebijakannya Sekuler. Jargonnya Bela Islam, prakteknya Bela Musuh Islam,” ungkapnya.
Mas Romi, lanjut Gus Lutfi, sempat menjawab tapi terkesan nge-les. “Itu sih hanya sikap politik saja, tapi hati dan niatnya tetap bersama umat Islam,” ucap Gus Lutfi menirukan kata Romi.
Gus Lutfi mengungkapkan bahwa Ketum PPP tersebut sempat menjelaskan kenapa partai yang ia pimpin masuk dalam pemerintahan.
“Mas Romi berterima kasih diberi kesempatan dapat berbincang dengan beberapa tokoh Islam. Mas Romi dibantu kawannya memberikan alasan langkah politik PPP yang katanya ingin ikut benah-benah negara ini lewat dalam,” jelas Gus Lutfi.
Mas Romi juga berargumentasi dengan kondisi dunia ekonomi negara yang harus diselamatkan. Katanya dengan masuk dalam sistem pemerintahan maka akan lebih mudah untuk ikut mengatur negara.
Pada kesempatan tersebut, Gus Lutfi memberikan masukan terkait pemilu mendatang, mengingat partai PPP dimata masyarakat sekarang telah tercemar dan citranya semakin buruk, dikarenakan langkah-langkah politiknya tidak menguntungkan Umat Islam bahkan malah menyakiti hati kaum muslimin Indonesia karena bertolak belakang dengan hati nurani kaum muslimin dengan membela si penista agama.
