Haul ke-23, KH. Abdul Wahab Turcham di Mata Khofifah dan Gus Sholah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – KH Abdul Wahab Turcham di mata mantan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dikenal sebagai sosok pendidik yang tekun membangun dari dalam. Cenderung tidak terlalu suka menunjukkan diri.

“Seorang pendidik yang tidak banyak membangun komunikasi keluar, katakan sebagai mubalig, tidak seperti itu, tapi beliau tekun ke dalam, pada saat beliau memimpin Yayasan ini,” katanya kepada media usai meresmikan gedung layanan di lingkungan sekolah Yayasan Khadijah Surabaya, di Jalan Ahmad Yani No 2-4, Sabtu (7/4).

Kiai yang lahir di Peneleh, Surabaya 5 januari 1915 ini dikenal sebagai sosok yang sederhana. Khofifah menyebut, selain kebiasaanya yang gemar tidur diatas tikar, Kiai Wahab, sapaan akrab KH. Abdul Wahab Turcham, diketahui sengaja tidak menikah hingga wafatnya.

“Dalam posisi itulah ustadz menjaga sekolah ini, beliau sampai memilih tidak menikah sampai akhir hayat, beliau tidur tidak diatas kasur, beliau tidur diatas tikar, saya beberapa kali ke ndalem-nya beliau,” lanjutnya.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai guru sekaligus pimpinan Yayasan khadijah, putra KH. Achmad Turcham dan Hj. Marwiyah ini juga menunjukkan sikap tawadu’nya yang selalu menyempatkan diri untuk berkeliling kelas memantau aktivitas para santri setiap hari.

Hal ini yang diakui khofifah sebagai kebiasaan baik dari seorang pemimpin Yayasan yang masih belum ditirunya.

“Dan beliau menjaga, apa yang saya tidak bisa lakukan, karena beliau ustadz keliling ke kelas kelas, jadi murid-murid semua bersalaman,” katanya.

Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mengaku tak pernah mengenal langsung sosok KH. Abdul Wahab Turcham, namun banyak cerita mengenai kehebatan sosok pendiri Yayasan Khadijah tersebut yang ia dengar dari mulut istrinya.

“Saya nggak kenal beliau, tapi istri saya dulu mondok disini, sebagai pimpinan, guru luar biasa. Menurut istri saya dia pendidik yang baik yang bisa mendidik putra-putri menjadi muslimin-muslimah,” tandasnya seusai memberi mauidhotul hasanah pada Haul KH. Abdul Wahab Turcham ke-23. (Luh/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.