GSJN #18 – Membangun Generasi Pewaris Negeri Menuju Indonesia Jaya

SURABAYA – Departemen Syiar dan Keilmuan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kembali mengadakan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah dan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) hari ini (10-11/3/2017), di Masjid Ulul Azmi Kampus C Unair, Jl. Mulyosari no. 4-6 Surabaya.

Dalam penyelenggaraan kegiatan ini bekerja sama dengan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia dengan edisi spesial “Kampus Nusantara Mengaji”. Kegiatan ini tak hanya di Surabaya saja, akan tetapi kegiatan serupa juga diadakan serentak di 40 kampus seluruh nusantara dan berpusat di Masjid Nurul Huda, Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo.

Gerakan Shubuh Jamaah Nasional (GSJN) yang mengusung tema “Membangun Generasi Pewaris Negeri Menuju Indonesia Jaya” mendapat sambutan yang baik dari kalangan mahasiswa Unair maupun civitas akademika. Salah satunya adalah sambutan dari Hadi Subhan selaku Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga Surabaya. Menurut beliau, Umat islam khususnya generasi muda harus memiliki kesadaran untuk peduli terhadap kitab sucinya.

“Peduli disini bentuknya bermacam-macam. Mempelajari, membaca, mengaplikasikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hadi Subhan.

Salah satu pengisi tausiyah ba’da Isya, Ustadz drh. Mustofa Helmi Effendi mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan untuk membentuk Negara Islam, dengan dalih sejarah bahwa pada hari Rasulullah SAW wafat pada hari Senin, akan tetapi baru dikuburkan pada malam Rabu dikarenakan terjadi huru-hara di kalangan umat mengenai tampuk kepemimpinan selanjutnya. Akan tetapi Rasulullah SAW hanya mengajarkan Islam secara sosial (society) dan lebih mengutamakan akhlaqul kharimah, yang memaafkan jika ada yang berbuat salah. Menurutnya anak-anak muda jaman sekarang sangat mudah terombang-ambing, terlebih oleh berbagai informasi dari media sosial.

“Bibit radikalisme. Kalau ada masalah, demo. Islam bukan begitu, lakukan diskusi,” kata ustadz Mustafa.

Selain kegiatan Khatam Al-Qur’an serentak, dalam rangkaian acara tersebut juga ada live teleconference langsung dari Masjid Nurul Huda UNS yang ditonton peserta melalui situs youtube dengan testimoni para tokoh nasional, antara lain: Prof.Dr.Ir. Muhammad Nuh, DEA, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-26, Prof. H.M. Mahfud MD, S.H.,S.U., selaku Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia ke-2, dan Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, selaku pendiri ESQ Business School. (HA)

EDITOR: Iwan Y

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Skyline Message

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.