Bantul Gelar Hari Santri Nasional, Ini Rangkaian Kegiatannya

0
140
Santri mengikuti kegiatan Hari Santri Nasional
Santri mengikuti kegiatan Hari Santri Nasional (Ilustrasi)

BANTUL, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan sembilan kegiatan dengan melibatkan pondok pesantren dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2017 tingkat lokal.

“Rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2017 di Bantul tergolong sangat banyak, ada sembilan kegiatan, kalau kurang dari sembilan harus digenapkan,” kata Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat membuka serangkaian kegiatan HSN 2017 di Masjid Agung Bantul, Rabu (18/10).

Menurut dia, sembilan kegiatan dalam rangka HSN tersebut antara lain Festival Hadroh atau musik bernafaskan Islami pada 18 sampai 20 Oktober di Masjid Agung, Santri Expo di Masjid Agung pada 18 sampai 22 Oktober, Apel Kesetiaan Santri di Lapangan Paseban Bantul pada 22 Oktober.

Selanjutnya Kirab Santri dari Lapangan Paseban menuju Masjid Agung pada 22 Oktober, Diklat Santri di tiga pondok pesantren pada 11 sampai 16 November, Pengajian Akbar dan Peluncuran Kitab Kuning di Masjid Agung, Bakti Sosial Santri di aliran Sungai Winongo, Studi Banding Santri dan ziarah ke tokoh.

“Untuk Bakti Sosial Santri, ada beberapa jenis kegiatan diantaranya para santri sekitar seribu santri bersama saya akan ‘nyemplung’ ke Sungai Winongo untuk membersihkan sampah-sampah,” kata Wabup Bantul.

Adapun serangkaian kegiatan dalam rangka HSN Tahun 2017 di tingkat Kabupaten Bantul diawali dengan Festival Hadroh yang melibatkan para santri perwakilan dari pondok pesantren se Bantul serta Santri Expo yang menampilkan produk-produk pesantren.

“Maka dengan mengucapkan bismillah, Festival Hadroh dalam rangka Hari Santri Nasional Kabupaten Bantul 2017 secara resmi saya nyatakan dibuka,” kata Wabup Bantul menutup sambutan pembukaan HSN 2017 di Bantul.

Sementara itu, Koordinator Relawan HSN 2017 Bantul Atthobari mengatakan, festival hadroh dalam rangka Hari Santri tersebut melibatkan perwakilan dari ponpes yang ada di Bantul. Peserta festival hadroh sebanyak 40 kelompok baik pria maupun wanita.

“Kenapa Festival Hadroh, karena saat ini musik religi yang paling digemari dan familiar itu adalah hadroh, sehingga potensi-potensi yang ada di pondok pesantren ini yang bisa kita gali dari musik tersebut. Harapannya bisa muncul bibit-bibit dalam hadroh itu,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...

Akhirnya Basarnas Temukan Pendaki Gunung Gamalama yang Hilang

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Tim Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut), bersama warga Moya akhirnya berhasil menemukan seorang mahasiswi STIKIP Ternate bernama Rahmi Kadis (21 tahun) dinyatakan...