Jika ada Tuhan Pencipta alam semesta dan isinya, mungkinkah manusia sebagai makhluk bisa menginderanya? Tidak, tentu tidak. Pencipta, yang membuat sesuatu ada dari yang sebelumnya tidak ada, pasti tidak sejenis dengan yang dicipta. Maka Tuhan Pencipta tak bakalan bisa diindera, walau secanggih apapun alat yang dibuat oleh manusia.

Bukan berarti tak bisa diindera kemudian diartikan tak ada. Tetap saja jejak-jejakNya bisa dilacak, dengan mempelajari bagaimana alam semesta ini tercipta.

Adakah yang lebih mudah untuk mengetahui diri Sang Pencipta? Ada, yaitu melalui perkataan sang Pencipta itu sendiri, yang disampaikan kepada manusia melalui utusan.

Tapi, benarkah itu perkataan sang Pencipta? Bisa jadi ada orang mengaku utusan Sang Pencipta tapi ternyata seorang pembohong! Baiklah, berarti kita perlu cek dan ricek, benarkah itu perkataan sang Pencipta atau bukan.

Hingga hari ini, ada teks-teks yang menyatakan dirinya teks-teks sang pencipta : Taurat, Injil, Zabur, dan Al Quran. Cukup dicek dan ricek apakah teks tersebut sesuai dengan sifat sang pencipta : Maha Cerdas, Maha Tahu seluk beluk ciptaannya. Kemudian dicek pula : mungkinkah dikarang oleh manusia di zamannya? Tak sempat? Tak sempat cek dan ricek semua teks-teks itu? Ya sudah.

Coba ambil yang terakhir, Al Quran, sebagai teks terakhir yang muncul. Ambil dua ayat dari ribuan ayat-ayatnya : “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”

Setelah baca dua ayat itu, coba ingat-ingat adakah sampai sekarang dari 1400 tahun yang lalu bisa membuat semisal 1 surat dalam Al Quran? Tidak ada. Adakah teks atau kitab yang berisi ribuan ayat ratusan lembar buku dan bisa dihafal jutaan manusia? Selain Al Quran, tidak ada. Maka takutlah kepada hari ketika dibangkitkan dari mati ketika dimintai tanggungjawab diri sebagai manusia.

Tulisan terbaru Muhammad Hanif Priatama (semua)

Komentar

BACA JUGA
Jiwa Seni Puti Guntur

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi)...
Relawan Gus Ipul

60 Kelompok Relawan Siap Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 60 kelompok relawan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur siap memenangkan paslon tersebut di kontestasi Pilgub 2018. Para...
Mediator kesehatan

Mediator Kesehatan Diharapkan Mampu Memediasi Perselisihan di Bidang Kesehatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Jimly School of Law and Goverment berupaya mengembangkan profesi mediator kesehatan. "Ini dinilai penting sebagai upaya...
buku Boko Haram

Bedah Buku Boko Haram: Indonesia Harus Belajar Pengalaman Nigeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of...
persiba

Persiba Gagal Bendung Ketangguhan Sriwijaya FC

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Tuan rumah Persiba Balikpapan gagal membendung ketangguhan Sriwijaya FC dan menyerah 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kalimantan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...