Syaifulloh

Kenaikan pertalite sebesar Rp 200 beberapa hari yang lalu ditanggapi santai oleh anggota DPR-RI. Tidak ada protes keras dan tangisan meraung-meraung dan membuat buku untuk menentang kebijakan kenaikan BBM yang dilakukan diam-diam oleh pemerintah. Sekarang pada adem ayem saja menikmati kenaikan BBM tersebut.

Rakyat yang sudah dihajar dengan kenaikan BBM bertubi-tubi semakin limbung dampak dari kenaikan ini. Kebutuhan pokok yang terus merangkak naik sangat dirasakan oleh setiap rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum setiap hari sesuai standar kesehatan dan kebutuhan untuk hidup sehat.

Bagi rumah tangga yang memiliki anak-anak usia sekolah juga menjadi problema tersendiri dengan naiknya uang saku anak-anaknya untuk urusan ke sekolah dan berbagai macam kegiatan sekolah yang terus meningkat sedangkan pendapatan rumah tangga tidak ada kenaikan.

Kenaikan BBM ini juga berdampak pada satuan pendidikan, dalam kegiatan operasional setiap hari membutuhkan dana cukup besar untuk mencapai mutu pendidikan sesuai visi, misi dan tujuan sekolah.

Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) disusun oleh sekolah pada awal tahun pelajaran dengan asumsi harga satuan menyesuaikan dengan harga BBM sesuai saat RKAS disusun. Asumsi besaran anggaran ini penting bagi sekolah dalam menentukan prioritas program dalam mencapai mutu sekolah sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan.

Satuan pendidkan dalam membuat RKAS mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan agar dana yang diperoleh dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sesuai peruntukannya. Petugas dari dinas pendidikan mencermati RKAS yang dibuat oleh sekolah sesuai pembagian pada petunjuk BOS dari pemerintah.

Dengan kenaikan BBM sekarang akan membuat pengeluaran satuan pendidikan bertambah besar sesuai kenaikan harga yang ada di pasar. Kenaikan barang-barang kebutuhan operasional sekolah untuk keperluan sehari-hari.

Idealnya dengan kenaikan BBM yang semena-mena itu, pemerintah mestinya juga menganggarkan kebutuhan sekolah dengan menaikkan besaran BOS bagi satuan pendidikan agar program yang direncanakan bisa berjalan sesuai dengan mutu sekolah.

Mutu sekolah bisa miring atau tidak bisa dicapai oleh satuan pendidikan dikarenakan sekolah tidak memiliki anggaran lebih untuk menalangi berbagai kebutuhan operasional sekolah yang terus membengkak dan harus segera disediakan untuk kebutuhan operasional sekolah yang tidak dapat disediakan oleh RKAS dengan pengeluaran pasti.

Mutu pendidikan yang miring dalam jangka panjang bisa mempengaruhi secara signifikan mutu pendidikan nasional secara menyeluruh. Mutu sekolah dengan berbagai macam komponen pendukungnya bisa dl Ioyo di tengah jalan apabila ketersediaan anggaran menghantui setiap satuan pendidikan.

Satuan pendidikan baik negeri maupun swasta sudah pasti memprioritaskan kebutuhan gaji tenaga pendidik dan kependidikan. Sekolah negeri banyak memiliki tenaga honorer yang wajib dipenuhi kebutuhannya setiap bulannya. Apalagi sekolah/madrasah swasta yang gratis atau tidak menarik SPP dari murid, hampir semua tenaga pendidik dan kependidikannya secara penuh digaji dari uang BOS.

Pengibulan pemerintah untuk tidak menaikkan BBM pada tahun 2018 bisa menjadikan terdesaknya program-program satuan pendidkan yang sudah matang direncanakan terancam gagal atau dipangkas programnya yang lenting bisa berjalan apa adanya dan melaksanakan azaz kepantasan untuk terlaksananya proses belajar mengajar apa adanya.

Disinilah letak miringnya mutu pendidikan di satuan pendidikan, di satu sisi tenaga pendidik ingin berusaha maksimal untuk mengajar dengan sebaik-baiknya, tetapi ketersediaan kebutuhan untuk proses mengajar tidak dapat tersedia sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam jangka panjang selama proses tersebut.

Sisi yang lain, guru sebagai makhluk sosial juga harus dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup yang terus meningkat menyesuaikan dengan kenaikan BBM, merubah harga-harga kebutuhan pokok mencekik seluruh rakyat berpenghasilan tidak cukup terutama guru swasta dengan penghasilan murni gaji dan tidak bersertifikasi.

Wassalam

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama