Rajin Cuci Tangan Cegah Kanker Serviks

JAKARTA – Rajin cuci tangan dapat mencegah kanker serviks karena human papilloma virus (HPV) penyebab kanker itu dapat berpindah melalui sentuhan, kata Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta Venita.

“Perlu mewaspadai toilet umum, kita harus lebih waspada jaga kebersihannya itu, kemudian rajin cuci tangan. Langkah-langkah kebersihan umum sebelum makan, sebelum dan sesudah buang air kecil juga,” katanya di Jakarta, Senin (14/8).

Berdasarkan penelitian, kata dia, penyebaran virus kanker serviks melalui kontak sentuhan kurang dari 10 persen. Akan tetapi, memperhatikan kebersihan merupakan hal penting untuk pencegahan.

Selain rajin cuci tangan, pencegahan yang dapat dilakukan adalah vaksinasi serta deteksi dini setidaknya 3 tahun sekali.

“Minimal 3 tahun sekali, kalau bisa lebih sering, ya, tidak apa-apa. Kelamaan dikhawatirkan lupa, tetapi 3 tahun sekali minimal. Papsmear gratis BPJS jadi tidak ada alasan untuk tidak periksa,” ucap Vernita.

Ia juga menyarakankan diet seimbang, banyak mengonsumsi makanan mengandung antioksidan, dan rutin berolahraga guna mencegah terjangkit kanker serviks.

Kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah melalui vaksinasi HPV sebagai pencegahan primer dan skrining sejak dini sebagai pencegahan sekunder.

Namun, menurut data yang dihimpun dari RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, ditemukan 70 persen penderita kanker serviks datang dengan stadium lanjut (stadium >3b), dengan kelompok umur paling banyak didapatkan rentang usia 35 s.d. 55 tahun sehingga memengaruhi angka harapan hidup pasien tersebut.

Data penderita kanker serviks di RS Dr. Cipto Mangunkusumo (2010 s.d. 2014) dari 105 pasien, hanya 14 persen pasien yg mampu bertahan hidup hingga 1 tahun. Bahkan, dalam 5 tahun, angka harapan hidup (survival rate) adalah 0 persen. (Ant/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER