Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

SERUJI.CO.ID – Pada waktu siang hari, coba anda menengadah ke langit di atas kota Jakarta, atau bahkan mungkin kota-kota kecil lainnya di Indonesia. Apa yang Anda lihat? Apakah Anda masih melihat indahnya langit biru yang menyejukkan mata itu?

Tidak, saya jarang melihat langit biru itu lagi, sesekali mungkin ada, dia muncul sedikit di sela-sela kumpulan debu, asap hitam yang menyelimuti langit di atas kota Jakarta.

Malam hari juga sama, taburan gemerlapan bintang di langit juga menjadi sangat mahal untuk dinikmati. Bintang-bintang itu ditutupi debu, asap yang berasal dari kendaran bermotor, pabrik, incenerator, pembakaran hutan dan sebagainya. Anda sekarang menghirup udara yang tercemar luar biasa seperti itu.

Coba juga juga Anda telusuri sungai-sungai yang ada di Kota anda. Tidak akan jauh berbeda dengan sungai yang melintasi kota Jakarta. Warna air yang jernih, bening tidak akan anda jumpai lagi, kini air sungai sudah berubah hijau kental, kadang-kadang berwarna hitam, coklat.


Di atas permukaan sungai mengambang bermacam sampah, limbah, mulai dari kantong plastik, bekas minuman kaleng, sampah rumah tangga, ban, pakaian bekas, limbah industri, bahkan semua jenis bangkai, termasuk mayat manusia kadang-kadang dapat anda temukan.

Anda (kita) sekarang meminum air yang juga bersumber dari sungai, danau, atau sumber lain yang sudah tercemar mengerikan itu. Walaupun sudah diolah, bahan pengolah seperti kaporit, chlorine bukan tidak berbahaya untuk kesehatan anda.

Lihat juga di dalam rumah sendiri, atau di dapur anda. Mulai dari peralatan masak memasak, sampai sayur-mayur, buah-buahan, lauk pauk yang kita makan juga sudah tercemar.

Ambil saja contohnya sayur dan buah-buahan, mulai dari proses persiapan menanam biji, benih, tanah tempat sayuran mau disemai, benih mau ditanam dipupuk, diracun dulu dengan zat kimia.

Barusan tunai tumbuh, agar tidak dimakan olah hama atau ulat, sayuran dan pohon buah-buahan itu juga harus disemprot dengan pestisida, anti hama. Penyemprotan ini tidak hanya sekali, dapat beberapa kali sampai sayuran dapat dipanen dan buah-buahan dapat dipetik. Pestisida yang biasanya mengandung DDT, sebagian tetap menempel pada sayuran dan buah-buahan yang kita konsumsi.

Sebelum sampai ke dapur kita, setelah dipanen, sayuran dan buah-buahan itu agar tidak mudah layu, kelihatan segar, menarik, tidak gampang membusuk, sebagian juga sudah mengalami proses seperti diberi kimia, bahan pengawet. Coba Anda amati sayuran, walaupun sudah beberapa hari masih kelihatan segar, hijau, sudah pasti itu diberi pengawet.

Ambil contoh lagi, misalnya buah apel, jeruk, tomat, pisang apalagi yang diimpor jauh dari manca negara, yang baru sampai ke meja anda setelah beberapa hari atau bahkan minggu, dia tidak membusuk, kelihatan masih seger, sudah barang tentu itu diawetkan.

Parafin, bagian dari produk petroleum sering digunakan untuk mengawetkan buah-buahan. Mudah dilihat dari kulit buah yang licin, mengkilat, bila Anda geret dengan kuku, lapisannya akan mengelupas.

Bagaimanapun, kalau parafin, wax ini masuk ke dalam badan, organ-organ tubuh tidak akan mampu mengolah dan menetralisirnya. Penumpukannya dalam tubuh pasti akan sangat menbahayakan kesehatan. Anda sekarang umumnya juga mengkonsumsi makanan, sayuran seperti itu.

Di ruang lain, bisa di kamar, atau di manapun juga di rumah anda, kepulan asap rokok dengan bermacam zat kimia beracun juga anda embuskan.

Bila di rumah anda banyak nyamuk, kecoa, Anda memilih obat anti nyamuk yang jelas mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk disemprotkan, daripada menjaga kebersihan dan memasang kawat anti nyamuk atau kelambu. Anda secara rutin melakukannya. Setiap hari Anda menghirup udara, bersinggungan dengan zat kimia yang berbahaya itu.

Sebagian besar dari kita tidak mungkin lari dari situasi seperti di atas, hanya dapat meminimalisirnya. Bahan-bahan kimia beracun itu tetap memasuki tubuh kita. Bila masuk dalam jumlah besar, misalnya, tubuh akan memuntahkannya atau kita akan mengalami diare, dan sebagian dibuang melalui urin, paru, keringat dan sebagian lagi seperti DDT disimpan dalam jaringan lemak tubuh kita.

Alam sebetulnya sudah memberikan contoh bagaimana menghadapi dunia yang sudah terkontaminasi dengan polusi, zat-zat kimia beracun yang memenuhi tubuh kita. Nenek moyang kita sejak dulu kala sudah melakukannya, bila mereka sakit, keracunan, mereka tidak makan, berpuasa. Disamping karena memang waktu itu belum ada pengobatan seperti sekarang, naluri alaminya memang membimbing mereka demikian.

Binatang liar juga begitu, binatang juga tidak makan waktu terluka, sakit, keracunan. Ini adalah detoksifikasi alami yang dilakukan oleh nenek moyang kita, dan binatang liar.

Kemudian, secara alami proses detoksifikasi juga berjalan terus menerus dalam tubuh kita. Dia adalah proses normal yang terjadi dalam tubuh untuk penggelontoran, pembersihan tubuh kita dari sampah-sampah sisa pembakaran, zat kima melalui usus besar, ginjal, hati, paru, kulit. Tapi, dalam keadaan berpuasa menurut penelitian, proses detoksifikasi ini berjalan lebih cepat.

Meningkatnya proses detoksifikasi ini disebabkan oleh proses pembakaran lemak saat tubuh kekekurangan asupan energi pada waktu puasa. Pembakaran asam lemak ini diikuti pelepasan zat kimia, racun seperti DDT yang menumpuk dalam jaringan lemak.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Jadi, puasa di dunia yang bergelimang polusi, zat kimia beracun merupakan detoksifikasi, purifikasi alami yang sangat bermanfaat kita lakukan. Membuat kita lebih segar, lebih jernih berpikir, sehat, baik fisik maupun mental. Awet muda dan harapan hidup lebih panjang.

Allah juga berfiman: ” Puasa itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” ( Q.S. 2:184 )

Selamat menunaikan Ibadah puasa, semoga kita termasuk golongan ummatnya yang bertaqwa. Aamiin!


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TERPOPULER

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.